Polda Papua dan RCC Bedah Buku Intelijen dan Pilkada.

Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar saat memberikan Cindera mata kepada penulis buku Intelijen dan Pilkada Stepi Ariani di Humboldt Cafe dan Resto, Entrop Rabu (16/5) kemarin.

JAYAPURA- Bedah Buku Intelijen dan Pilkada karya Stepi Ariani yang mengangkat tema mewujudkan Pilkada Papu yang aman dan damai di Humboldt Cafe dan Resto, Entrop Rabu (16/5) kemarin nampak seru, terlihat banyak peserta yang bertanya dan ada juga yang memberikan masukan bahkan kritikan kepada si penulis buku yang saat ini sedang menempuh program Doktoral Kebijakan di FIA Universitas Indonesia itu.

Dari bedah buku tersebut, Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar menyarankan agar para Paslon bisa menggunakan ilmu intelijen untuk memenangi Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada).  Sehingga bisa menang secara martabat dengan melakukan komunikasi yang efektif.

“Para Tim sukses jangan hobinya menggunakan kampanye hitam lagi, karena itu bisa bersentuhan dengan hukum,” ucap Kapolda.

Menurut Kapolda  Rafli Amar, perlunya mengingatkan para Paslon dan Tim Sukses untuk tidak lagi menggunakan kampanye hitam. Namun bagaimana membangun image agar bisa mendapatkan simpatik public.

Dari bedah buku tersebut, Rafli Amar mengharapkan para Paslon dapat menggunakan ilmu  intelijen untuk kebaikan sekaligus pengetahuan  dalam upaya cipta kondisi untuk menjadikan masyarakat  Papua menjadi masyarakat yang demokratis.

“Buku ini bagian dari proses pendidikan Politik kepada peserta pilkada, apabila kita ingin menjalankan suatau mekasnisme Pilkada yang aman, damai, demokratis, dan bermartabat intinya gunakan ilmu intelijen,” katanya.

Diakuinya, Intelijen dalam Pilkada  sangat  penting untuk meping kerawanan. Bahkan Polisi sendiri menggunakan ilmu Intelijen untuk  memeping kerawanan terutama pada potensi konflik  social.

selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos edisi 17/5  (fia)

Tinggalkan Balasan