Warga Baru, Wajib Lapor!

Anggota saat melakukan pemeriksaan terhadap salah satu mobil yang masuk ke Mapolda Papua, saat ini penjagaan di Mapolda Papua diperketat pasca insiden yang terjadi di Mapolda Riau, Rabu (16/5).

Polda Papua Siaga, Gandeng Pemerintah Setempat

JAYAPURA-  Kepolisian Daerah (Polda) Papua bersiaga pasca penyerangan Markas Kepolisian Daerah Riau pada Rabu (16/5) siang. Untuk mendeteksi, mengawasi serta mengantisipasi langsung segala kemungkinan kaitannya dengan aksi teorisme, Polda Papua pun akan mengandeng  pemerintah daerah untuk menetapkan wajib lapor bagi warga yang baru bermukim di 28 Kabupaten dan 1 Kota di Papua. Hal ini disampaikan Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar seusai kegiatan bedah buku Intelijen dan Pilkada di Jayapura, Rabu (16/5) kemarin.

  “ Kita akan koordinasi dengan pemerintah setempat untuk menerapkan wajib  lapor kepada pendatang baru dalam waktu 1 kali 24 jam, dan ini cukup penting untuk mendeteksi potensi kerawanan yang dilakukan  oleh orang-orang baru tersebut,”  kata Rafli Amar kepada wartawan.

  Pendatang baru, kata Kapolda Boy Rafli Amar, tidak boleh berdiam diri, namun setiap orang jika ada pendatang di lingkungannya maka harus melapor ke RT/RW sebagai perangkat terdepan dari unsur  pemerintah untuk mendata orang-orang asing di lingkungannya.

  Menurut Rafli Amar, status siaga saat ini diberlakukan untuk aparat. Karena aparatlah yang menjadi sasaran dari aksi ini. “Menghadapi fenomena ini, masyarakat dan Polisi harus bersatu melawan pergerakan radikal yang mengarah pada teror, sehingga kita kuatkan sistem keamanan lingkungan dan menguatkan deteksi dan panca indera kita terhadap orang yang memiliki misi-misi radikal,” ucapnya.

Rafli Amar mengingatkan perlu adanya komunikasi antara sesama guna melakukan antisipasi yang dapat membahayakan. Terkait dengan pengamanan di Mapolda Papua sendiri, strategi yang digunakan saat ini kata Rafli Amar dengan memaksimalkan pencegahan.

“Dalam  pencegahan inilah kami perlu libatkan semua komponen masyarakat untuk mendeteksi sejak dini terhadap aksi-aksi yang mengarah ke hal-hal yang tidak kita inginkan,” tandasnya.

selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos edisi 17/5 (fia/gra)

Tinggalkan Balasan