Bung Komar : PDIP Tidak Ngurusi Soal Suami Istri, Sanksi Partai Tetap Tegas !

Komarudin Watubun, Ketua Bidang Kehormatan DPP PDI Perjuangan. (Foto : dok. RMOL)

LINGKARPAPUA.COM, JAKARTA– Ketua Bidang Kehormatan DPP PDI Perjuangan, Komarudin Watubun tegas menyatakan partai tidak mengurus soal pribadi orang, tapi saat menyangkut organisasi maka PDI Perjuangan akan bertindak tegas.

“Loh, Ibu Lokbere ini adalah anggota fraksi PDI Perjuangan di DPRP, kita tidak ada urusan soal suami istri mau bakalae atau apa, tidak ada partai urus pribadi orang, tapi ketika itu berkaitan dengan partai maka ada sanksi tegas,” kata Komarudin Watubun kepada Lingkar Papua terkait sikap Yakoba Lokbere, sebagai kader PDI P yang sudah secara terang – terangan membelot mendukung paslon lain dalam Pilgub Papua.

Menurut Komaruddin Watubun, secara organisasi kehadiran Ny. Yakoba Lokbere sebagai kader PDI P di barisan terdepan bersama Timses dan paslon nomor urut 1 pada acara Debat Publik III Pilgub Papua yang live di TV One beberapa hari lalu menjadi bukti kuat adanya pembangkangan kader terhadap instruksi dan kebijakan partai politik.

Komarudin yang juga hadir saat kegiatan itu, mengaku sangat menyesalkan sikap Yakoba Lokbere, apalagi debat tersebut disiarkan langsung oleh TV Nasional, dan tentunya dilihat oleh jutaan pasang mata masyarakat Indonesia tak terkecuali semua kader, simpatisan, maupun pengurus partai berlambang moncong putih tersebut.

“Kan itu dilihat semua, etiknya itu ada dimana?,” tandasnya kepada Lingkar Papua via saluran telepon, Selasa (4/6/2018).

Soalnya Ny. Yakoba Lokbere yang notabene adalah anggota PDI Perjuangan sekaligus perwakilan rakyat yang diusung PDIP di DPRP, sehingga sudah sangat jelas terlihat kehadiran Yakoba Lokbere berada di posisi mana saat Debat Kandidat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua di Balai Kartini pada 2 Juni lalu.

“Kemarin itu kan sudah sangat jelas, saya juga hadir saat itu,” katanya menjelaskan bahwa DPD PDI Perjuangan sudah melaporkan kepada DPP.

Meski sudah melihat langsung sikap Yakoba Lokbere, namun menurut Komarudin Watubun, ia tidak serta merta langsung menjatuhkan sanksi saat itu juga, sebab ada mekanisme organisasi yang harus dilakukan.

“PDI Perjuangan partai besar, dengan aturan yang super ketat,” katanya menegaskan jika DPD PDI Perjuangan sudah menyerahkan surat kepada DPP.

“Surat sudah dimasukkan, tapi karena saya kemarin ada kunker ke Sulsel, jadi nanti balik baru di proses surat itu, apakah pemecatan ataukah sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada yang besangkutan,” katanya belum memutuskan.

Komarudin meminta untuk menunggu putusan DPP. “Ya tunggu saja putusannya, kan tidak mungkin saya umumkan sebelum ada pembahasan di DPP,” katanya menambahkan.

Menurutnya, pastinya dalam rekomendasi DPP nantinya di point terakhir menyebut bagi pengurus ataupun anggota partai yang tidak menaati, mendukung atau melanggar calon lain diluar dari dukungan partai, maka akan dijatuhkan sanksi organisasi.

“Jadi sanksi itukan pemecatan, teguran keras, ya itu tergantung dari kesalahannya, kalau sudah fatal ya di pecat,” jelasnya menegaskan, setiap tindakan anggota partai yang melanggar aturan organisasi pasti akan diambil tindakan.

Terkait itu, Yakoba Lokbere yang dikonfirmasi Lingkar Papua hingga berita ini dinaikkan belum memberikan tanggapannya, demikian juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua, Edoardus Kaize belum dapat dihubungi.

Yopi Ingratubun selaku Sekretaris Tim Kampanye LUKMEN berpendapat kehadiran Yakoba Lokbere dalam barisan LUKMEN saat debat, sebagai politisi yang sudah makan asam garam dalam politik tentu punya keputusan politiknya sendiri, diluar keputusan partai pengusung.

Bahkan, kata Yoppi, ia tidak melihat ada interest pribadi, tapi hubungan emosial antara Yakoba Lokbere dengan ibu Lukas Enembe dan Ibu Klemen Tinal

“Itu haknya sebagai politisi, yang saya lihat kehadiran beliau yang duduk dalam barisan tim LUKMEN lebih kepada hubungan emosional beliau, dan itu tidak bisa hilang hanya karena perbedaan pilihan”, kata Yoppi berpositif thingking selama niat Yakoba Lokbere baik memberikan dukungan kepada LUKMEN, tentunya itu juga akan didukung oleh pihak koalisi maupun tim kampanye LUKMEN. (***)

Reporter         : Titie
Editor             : Walhamri Wahid

The post Bung Komar : PDIP Tidak Ngurusi Soal Suami Istri, Sanksi Partai Tetap Tegas ! appeared first on .

Tinggalkan Balasan