Parjal Harap Semua OAP Pahami Roh Adat Papua

Roh Adat Papua
Roh Adat Papua
Roh Adat Papua – Parlemen jalanan (Parjal) Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat berharap semua pihak khususnya orang asli Papua (OAP) memahami roh tentang adat Papua. (Foto: Hanas Warpur/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.comRoh Adat Papua.  Parlemen jalanan (Parjal) Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat berharap semua pihak khususnya orang asli Papua (OAP) memahami roh tentang adat Papua.

OAP yang dimaksud yakni anak-anak asli Papua yang lahir dari para-para adat, belajar tentang adat, besar dengan adat, dan hidup dengan adat, agar memahami persis tentang roh dari adat itu sendiri.

Paglima Parjal Ronald Mambieuw menuturkan, bahwa segala proses kepemimpinan yang dilalui melalui proses adat seperti konferensi besar masyarakat adat wilayah III di Kabupaten Sorong, Papua Barat, yang berlangsung baru-baru ini, jangan sampai memecah belah ikatan keluarga besar OAP di tanah Papua.

Ronald menjelaskan, kepemimpinan seseorang dalam jabatan adat tak selamanya kekal, sebab jabatan itu bukan taruan mati hidup, namun bagia dia siapapun yang menjadi mananwir di wilayah III Doberay harus didukung bersama, sebab konferensi itu dilaksanakan sudah melalui proses dan bertolak atas dasar AD/RT dewan adat itu sendiri.

“Menurut hemat kami dewan adat tidak boleh ada penjabat atau pelaksana tugas (Plt), maka hal ini harus diingat dan dipahami, maka kami minta kepada senior dan kaka-kaka yang paham tentang adat untuk menahan diri dan tidak mempersoalkan kedudukan dewan adat,” kata Mambieuw kepada Papuabaratoke.com, Senin (11/6/2018).

Dikatakannya bahwa, tanah Papua bukan saja milik Saireri, Doberay, Bomberai, Lapago, Mepago, akan tetapi Papua milik semua orang asli Papua yang mendiamainya. Kata dia, tanah ini milik OAP yang berada di masing-masing wilayah adat untuk membangun tanah ini secara bersama-sama.

Dikatakan Mambieuw, pihaknya boleh membanta sudara-sudara Saireri menjabat di wilayah adatnya sendiri, namun jangan menjabat di daerah kepala burung Papua Barat. Kondisi seperti itu justru terbukti memecah konflik orang asli Papua, maka sekali lagi jangan sampai statmen seperti itu dikeluarkan dan memecah belah OAP sendiri.

Dirinya mengaku bahwa setiap wilayah adat tetap diikuti dan tunduk, namun pertanyaannya apa salahnya kalau orang Saireri siap membangun di wilayah yang bukan adatnya, padahal ini masih satu tanah Papua, namun perbedaannya Papua sudah berbeda administrasi pemerintah.

Sementara tokoh masyarakat adat lainnya, Yan Arwan juga mengatakan bahwa, dalam roda pemerintahan terdapat tiga hal penting yang diperhatikan bersama, yakni adat, agama dan pemerintah. Ketiga hal ini tak dapat dipisahkan, sementara adanya statmen yang disampaikan oleh Ketua DAP Wilayah III Doberay, Paul F. Mayor tentang masalah Maybrat akan dibawa kedalam hak adat.

Arwam berpendapat bahwa masalah Maybrat sudah merupakan ranah pemerintah, maka jangan dewan adat Papua terlalu masuk mencampurinya. Sebab ketika hal itu dikemukan oleh DAP, maka bisa saja terjadi beda pendapat. Namun pada prisipinya kata dia, anak Papua siapapun yang dipercayakan menduduki dewan adat Papua harus didukung bersama.

“Kami mendukung kepimpinan Ketua DAP yang baru terpilih, tapi perlu diingat bahwa jangan mencampuri urusan kedalam pemerintahan, sebab urusan pemerintah sudah merupakan kewenangan lain. Padahal niat baik DAP sangat baik, akan tetapi nanti menimbulkan persoalan,” kata Arwan kepada Papuabaratoke, Senin siang.

Penulis : Hanas Warpur
Editor : Kris Tanjung

The post Parjal Harap Semua OAP Pahami Roh Adat Papua appeared first on PapuaBaratOKe.Com.

Tinggalkan Balasan