Penambang di Korowai Diduga Gunakan Mercury

JAYAPURA-Missionaris di Danowage, Korowai berharap pemerintah dari beberapa kabupaten diantaranya, Boven Digoel, Asmat, Yahukimo dan Pegunungan Bintang mengambil langkah konkrit seiring masuknya aktifitas penambangan di Korowai.

Jika ini tetap dibiarkan maka akan banyak dampak negatif ke depan yang mengancam kehidupan masyarakat Korowai.

Dari penelusuran dan keterangan warga yang disampaikan kepada missionaris, aktifitas penambangan ini benar menggunakan cairan Mercury. Cairan berbahaya yang bisa mengganggu rantai makanan.

“Sekelompok orang asing datang menjarah emas di Korowai dan mereka menggunakan Mercury yang berbahaya. Pemerintah harus segera memikirkan ini sebab kami ini sudah berlangsung lama,” kata Pdt Trevor Christian melalui tulisan yang dikirim ke Cenderawasih Pos, Sabtu (7/4).

Pria yang sudah belasan tahun tinggal di Danowage, Korowai menyampaikan bahwa ternyata aktivitas penambangan ini juga pernah dilakukan pada 2015 lalu dan tak termonitor dengan baik.

Trevor berharap ada lembaga yang mau melakukan penelitian soal ini, sebab bila berada di dalam air bisa bereaksi dengan bakteri kemudian menjadi metil Mercury  yang berdampak pada terpaparnya mahluk hidup dan mengganggu sistem rantai makanan, termasuk pada manusia.

“Ingat kejadian di Teluk Minamata, Jepang kandungan Metil Mercury merusak rantai makanan, mengakibatkan kerusakan otak, organ syaraf dan kelumpuhan, termasuk pada ibu hamil yang dampaknya membuat bayi catat saat lahir,” beber Trevor.

Selengkapnya di harian cenderawasih pos edisi 11/6. (ade/tho)

Tinggalkan Balasan