Pemerintah Diharap Permudah Pembelian Obat bagi Misionaris

Pdt. Trevor Johnson saat memeriksa kesehatan salah seorang warga Korowai Batu, Kabupaten Yahukimo. Dirinya berharap Pemerintah  Provinsi Papua dan Kabupaten/Kota mempermudah pembelian obat bagi misionaris dan pendeta untuk pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman.

JAYAPURA-Ribetnya birokrasi yang terlalu berbelit – belit dalam pelayanan kesehatan seperti pembelian obat dinilai mematikan orang di pedalaman Papua.

Hal ini diungkapkan, Pdt. Trevor Johnson, setelah dirinya mengalami sendiri pembatasan pembelian obat di beberapa apotik di pusat kota karena adanya aturan baru.

“Minggu lalu saya mencoba membeli banyak obat malaria di Sentani tapi ditolak terus. Tidak mungkin sekarang karena peraturan baru yang terlalu ketat. Hanya boleh beli obat malaria sedikit saja tanpa resep dari dokter,” ujar Trevor Johnson yang juga mengku kesal dengan situasi itu.

Menurut pendeta, yang hari – harinya melayani masyarakat di wilayah Brotmakot Korowai, Kabupaten Yahukimo itu, mungkin ada orang yang duduk di kota berpikir ini adalah peraturan baik untuk bikin ketat regulasi obat. Tapi banyak orang hamba Tuhan dan misionaris membeli obat-obatan untuk dikirim ke pedalaman karena di sana tidak ada kehadiran pemerintah.

“Kalau pemerintah mempersulit pembelian obat akan terjadi kematian banyak orang di pedalaman yang tidak punya akses ke fasilitas kesehatan atau apotek. Kalau harus ada resep dari dokter, bagaimana kalau tidak ada dokter sampai jalan kaki 3 hari lewat hutan dulu? Peraturan baru ini tidak terlalu bijaksana dan banyak orang pedalaman akan meninggal akibatnya,”ungkapnya.

Selengkapnya baca di Harian Cenderawasih Pos edisi (12/6).

Tinggalkan Balasan