Kios Penjual Lem Aibon Diingatkan Untuk Berkemas

Ilustrasi anak menghirup lem aibon.

SAPA (TIMIKA) – Wakapolres mengingatkan agar semua pemilik kios yang disinyalir menjual bebas lem Aibon kepada anak-anak di Mimika untuk segera berkemas-kemas. Sebab, dalam waktu dekat Kepolisian Mimika akan melakukan razia untuk menertibkan peredaran lem aibon.

Ia mengatakan, berdasarkan fungsinya Lem berbahaya tersebut  seharusnya tidak dijual di kios-kios yang bukan menjual peralatan bangunan. Namun, dikarenakan mengejar keuntungan, maka sebagian besar pedagang sembako di Mimika nekat menyediakan lem aibon dan diperjualkan kepada anak-anak.

“Nanti kami akan melakukan razia. Dan saya ingatkan untuk kios-kios yang menjual lem itu supaya berkemas-kemas sebelaum ketahuan menjual. Karena saya akan perintahkan anak buah saya untuk bertindak tegas. Ini saya beritahu dari awal,” ungkapnya saat ditemui di Aula Pertemuan Bobaigo Keuskupan Mimika, Jalan Cendrawasih Poros SP2, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, para pemilik kios seharusnya memiliki kepekaan. Dimana, jika diketahui yang akan membeli lem tersebut merupakan anak-anak, maka tidak diperbolehkan dan harus mengarahkan anak-anak tersebut agar tidak menghirup lem berbahaya itu.

“Pemilik kios harus melihat siapa yang membeli dan harus bertanya untuk apa? Bukan hanya karena memerlukan uangnya, maka biar lagi anak-anak yang masih beringus yang belu lalu diberi. Jangan karena uang kita harus merugikan orang lain,” tuturnya.

Selanjutnya Ia mengatakan, secara  tugas dan fungsi, memberantas segala bentuk kejahatan merupakan tanggungjawab aparat Kepolisian dan TNI, akan tetapi hal tersebut bukan hanya dibebankan kepada aparat TNI dan Polisi. Namun, masyarakat juga harus ikut berperan untuk menjadi mata dan telinga sehingga bisa melapor ke aparat TNI dan Polisi sehingga berbagai kejahatan itu bisa diatasi.

“Menjaga masa depan generasi muda Mimika, bukan hanya tugas polisi, tapi masyarakat juga harus menjadi penyambung lida kepada kepolisan dan TNI. Itu makanya, saya punya nomor HP diberikan kepada semua orang supaya bisa melaporkan berbagai hal. Kalau misalnya ada yang mengetahui ada yang berpesta lem aibon dan yang lainnya, maka segera menghubungi saya, biar saya arahkan anggota saya,”

Karena hal itu, ia mengharapkan semua stake holder di mimika untuk terus membangun komunikasi yang intens agar bias menyikapi semua persaoalan yang merugikan masyarakat termasuk generasi muda Mimika.

“Di Polres itu ada unit pembinaan masyarakat. Jadi semua masyarakat itu harus bekerja sama supaya Mimika ini aman,” harapnya. (Acik)

Tinggalkan Balasan