Mahasiswa dan GMNI Desak Pemda Pegaf Benahi Sistem Pembayaran Beasiswa

Benahi Sistem Pembayaran Beasiswa
Benahi Sistem Pembayaran Beasiswa
Benahi Sistem Pembayaran Beasiswa – Ketua DPC GMNI Manokwari, Yosak Saroy. (Foto: Clemens Mandacan/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.comBenahi Sistem Pembayaran Beasiswa.  Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Manokwari asal Pegungan Arfak (Pegaf) dan DPC GMNI Manokwari, mendesak pemerintah daerah (Pemda) Pegaf segera membenahi sistem pembayaran beasiswa kepada mahasiswa asal daerah setempat.

“Kami minta agar dana yang dikeluarkan sekitar Rp 14 Milyar, bisa membantu kami (Beasiswa) mahasiswa asli Pegaf,” cetus Lamehk Dowansiba Ketua Koordinator Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Manokwari, Distrik Testega Kabupaten Pegaf.

Ia menuturkan, dengan nilai bantuan yang mencapai miliaran rupiah tersebut harus melalui kantor Pos akibatnya sebagian besar (60-an orang) mahasiswa yang kuliah di Manokwari tak menerima haknya atau beasiswa ini.

“Kita harap Pemda Pegaf jeli melihat hal ini, karena sebenarnya pembagian secara tunai kepada (Rekening) mahasiswa masing-masing itu, lebih baik, agar tidak membuat masalah baru yang timbul dikemudian hari,” ucapnya.

Lamehk menyatakan, selama ini dirinya merasa kecewa terkait dengan langkah Pemda Pegaf saat ini.

“Saya kecewa, karena teman-teman yang aktif kuliah lalu yang dari jawa (Asli pegaf) datang langsung mengambil uang kami yang di daerah ini,” pintanya.

Jika Pemda tak melakukan perubahan sistem, kata dia, dalam waktu dekat pihaknya akan naik untuk melakukan aksi di depan Kantor Bupati Pegaf.

Ketua DPC GMNI Manokwari Yosak Saroy juga mahasiswa putra asli Pegaf ini menyatakan bahwa masih terdapat beberapa kelemahan Pemda Pegaf sata ini terutama terkait pendataan mahasiswa asli Pegaf.

Kata Yosak, kondisi ini lah yang menyebabkan sebagian mahasiswa yang studi di Kaupaten Manokwari tak mendapatkan beasiswa dari Pemda Pegaf.

“Tahun ini dari sekian mahasiswa yang kuliah di Manokwari, sebagian besar tidak mendapatkan uang yang disebutkan di atas,” tegasnya.

Dia menyatakan, meski sudah dianggarkan namun pendataan masih belum merata. Untuk itu, ia meminta Pemda Pegaf agar segera mengkaji ulang mekanisme pendataan.

“Pemerintah harus berkoordinasi dengan kampus masing-masing sebab nasib mahasiswa juga tergantung dengan dana ini. Karena sebagian besar mahasiswa dari Pegaf berasal dari keluarga yang tidak mampu,” ujarnya.

“Kami berharap pemerintah segera mencabut MoU yang sekarang bekerja dengan Kantor POS. Jika tidak dilakukan maka dalam waktu dekat kami naik untuk audiens dengan pemerintah terkait masalah ini,” pungkasnya.

Penulis : Kris Tanjung

The post Mahasiswa dan GMNI Desak Pemda Pegaf Benahi Sistem Pembayaran Beasiswa appeared first on PapuaBaratOKe.Com.

Tinggalkan Balasan