Oknum Anggota Brimob Tembak Nelayan, Kapolda PB Diminta Tindak Tegas

Oknum Anggota Brimob Tembak Nelayan
Oknum Anggota Brimob Tembak Nelayan
Oknum Anggota Brimob Tembak Nelayan – FK (28) salah seorang warga nelayan Klademak Jalan Baru menjadi korban aksi brutal koboi para oknum TNI dan Polri di sekitar pantai bagian pasar ikan Jembatan Puri Klademak III, Kelurahan Klaligi, Kota Sorong, Rabu (13/6/2018) pagi. (Foto: Istimewa)
Manokwari, Papuabaratoke.comOknum Anggota Brimob Tembak Nelayan.  Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Rudolf Alberth Rodja diminta menindak tegas oknum anggotanya yang melakukan aksi koboy terhadap masyarakat.

Dimana oknum polisi yang tergabung di kesatuan Brigadir Mobil (Brimob) tersebut, menembak FK (28) salah seorang warga nelayan Klademak Jalan Baru. Korban menjadi korban aksi brutal koboi para oknum TNI dan Polri di sekitar pantai bagian pasar ikan Jembatan Puri Klademak III, Kelurahan Klaligi, Kota Sorong, Rabu (13/6/2018) pagi.

“Pagi tadi saya turun mau kerja (Melaut,red) oknum ini taruh senjata di kepala dan saya di pukul teman tentaranya. Jadi saya sempat melawan langsung dia tembak saya di perut dan pukulkan Pantat senjata di kaki saya. Dia tembak yang berikut saya lari lompat di laut. Dia nama Sarifudin Anggota Sat Brimob Sorong dan salah satu oknum tentara orang bugis. Kita ada empat orang, jadi yang brimob ini yang kokang senjata dan ancam kita yang tadi turun kerja di situ,” ungkap FK kepada para awak media, Rabu (13/6/2018) siang di RSAL Kota sorong.

FK melanjutkan, dimana oknum ini bertindak beringas diduga karena pihaknya tidak mau tertindas dengan memberikan biaya ‘Japre’ kepada oknum – oknum petugas yang berjaga di sekitar area bagian pasar ikan jembatan puri itu.

Baca Juga:  Aksi Koboy Oknum Aparat Hingga Peluru Tembus Perut Nelayan di Jembatan Puri Sorong

“Hanya kita ini sepertinya yang setiap pagi mau kerja dilarang oknum ini. Oknum ini maunya yang jaga di situ, dia yang kerja atau kalau kita yang di situ dia tarik japre satu perahu 300 ribu. Kami tidak sanggup dengan pungutan seperti begitu,” keluh para nelayan.

Ketua DAP WIL. III Doberay Mananwir Paul Finsen Mayor, S.IP, l menyesalkan apa yang dilakukan kedua oknum aparat penegak hukum tersebut. Kata dia, semestinya keduanya harus mengayomi, dan bersahabat dengan masyarakat bukan justru menindas rakyat.

“DAP sangat kecewa dengan tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum aparat keamanan yang hampir menewaskan FK ini. Aksi koboy yang dilakukan oleh oknum aparat ini merupakan pelanggaran HAM dan pelaku harus diproses hukum dan dipecat dari Kesatuannya sebab telah mencederai Institusinya,” cetusnya.

“Kapolda harus segera bertindak tegas. Kami mendesak oknum ini dihukum seberat beratnya jangan ada pilih kasih dalam kasus ini. Kita mau lihat sejauh mana keseriusan aparat keamanan dalam memproses kasus ini. Apalagi hari ini ada aksi di beberapa daerah termasuk Kota Sorong terkait kasus HAM Wasior Berdarah. Dan hari ini juga terjadi penganiayaan oleh oknum aparat keamanan terhadap warga sipil,” pungkas Paul Fincen Mayor menyesalkan.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung

The post Oknum Anggota Brimob Tembak Nelayan, Kapolda PB Diminta Tindak Tegas appeared first on PapuaBaratOKe.Com.

Tinggalkan Balasan