Pasangan Omtob Pastikan Tidak Ikut Debat Kandidat

Calon wakil Bupati Mimika dari pasangan Omtob,  Johanes Rettob.

SAPA (TIMIKA) – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Mimika pada Pilkada 2018, Eltinus Omaleng dan Johannes Rettob (Omtob) memastikan tidak akan ikut debat kandidat yang akan diselenggarakan Rabu (13/6) di Gedung Eme Neme Yauware.

Calon wakil Bupati Mimika dari pasangan Omtob,  Johanes Rettob menjelaskan, Omtob memutuskan tidak hadir  karena sudah menyampaikan mosi tidak percaya kepada KPU Mimika  yang sudah banyak melanggar aturan dalam melaksanakan tahapan Pilkada Kabupaten Mimika.

“Pelaksanaan debat kandidat tidak akan dihadiri pasangan Omtob, karena ini salah satu bagian mosi tidak percaya kita kepada penyelenggara Pilkada di Kabupaten Mimika,” kata Johanes Rettob di Sekretariat pasangan Omtob di Jalan Hasanuddin, Selasa (12/6).

Menurutnya, apa yang disampaikan KPU Mimika terkait debat kandidat sudah tidak sesuai dengan mekanisme atau jadwal yang sudah ditetapkan dan diplenokan bersama oleh seluruh pasangan calon dengan KPU Provinsi yang dilaksanakan oleh KPU Mimika.

“Jadwal yang ada sudah tidak sesuai. Dalam ppleno pelaksanaan debat, KPU Mimika tidak mengundang pasangan Omtob. Dan tiba-tiba akan dilaksanakan debat. Hal ini sudah merupakakan rekayasa karena itu Omtob tidak akan mengikuti acara debat kandidat tersebut,” ujarnya.

Sementara tim kuasa hukum Omtob, Daud Bunga mengatakan, kegiatan debat kandidat yang diselenggarakan oleh KPU Mimika merupakan kegiatan ilegal. Pasalnya, pelaksanaan tahapan Pilkada sudah tidak sesuai dengan aturan yang ada. Hampir seluruh tahapan Pilkada Kabupaten Mimika tidak dilaksanakan sesuai dengan aturan yang ada.

“Debat kandidat bagi pasangan Omtob merupakan hal yang ilegal. Bukan berarti pasangan Omtob takut mengikuti debat kandidat. Tapi prosedur untuk melaksanakan debat kandidat itu ada. Karena dalam debat kandidat ini merupakan kampanye yang menyampaikan visi dan misi setiap paslon,” kata Daud Bunga.

Sekretaris tim pemenangan Omtob Herman Gafur menilai, debat kandidat paslon bupati Mimika harusnya disampaikan dalam forum resmi dan mengundang semua paslon. Dalam pertemuan tersebut, harus disampaikan apa yang menjadi topik yang akan diangkat dalam debat serta harus disampaikan kisi-kisi dalam debat nantinya.

“Ada mekanisme dalam melaksanakan debat kandidat. Tidak bisa diputuskan sepihak oleh penyelenggara Pilkada. Semua paslon harus diundang untuk membahas bersama terkait pelaksanaan debat kandidat,” ungkap Herman. (Tomy)

Tinggalkan Balasan