Ribuan Pendukung Omtob Gelar Aksi Minta Dua Komisioner KPU Diberhentikan

Massa pendukung Omtop.

SAPA (TIMIKA) - Ribuan massa dari tim pendukung Koalisi Mimika Bersatu pasangang Elthinus omaleng – Johanes rettob (Omtob) melakukan aksi damai di Kantor KPU Mimika, Selasa (12/6).

Dalam aksi ini massa meminta  dua Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Kabupaten Mimika  yakni Ketua KPU,  Theodora Ocepina Magal dan komisioner divisi sosialisasi dan SDM, Louis Rumakewi segera diberhentikan dan pelaksanaan Pilkada diambil alih KPU Papua.

Herman, Sekretaris Partai Bulan Bintang (PBB) dalam orasinya mengatakan, kedua Komisioner KPU Mimika itu diduga menjadi biang yang merusak Pilkada serentak  di Kabupaten Mimika. Herman pun, meminta Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto untuk menangkap dua komisioner tersebut.

Senada dengannya, Robby Omaleng selaku penanggung jawab aksi tersebut mengatakan, KPU Kabupaten Mimika membutuhkan demokrasi yang bermartabat. Melihat Pilkada Serentak yang terhitung sisa 17 hari lagi, pihaknya ,mengingatkan penyelenggara Pilkada menjaga netralitas dan independensinya.

“Seluruh paslon tidak saling bermusuhan. KPU Papua dan KPU RI serta Bawaslu Papua dan Bawaslu RI harus memberhentikan dua komisioner KPU Mimika itu selamanya sehingga, seluruh sisa tahapan dapat berjalan dengan efektif tanpa ada kepentingan apapun,” ujarnya.

Usai menyampaikan orasi itu, Robby Omaleng mewakili massa yang hadir menyerahkan lima pernyataan sikap yang diterima Komisioner KPU Provinsi Divisi Logistik dan Keuangan, Izak Hikoyabi.

Berikut lima pernyataan sikap tersebut. Pertama, Menyatakan mosi tidak percaya kepada ketua dan anggota KPU Kabupaten Mimika karena tidak lagi bekerja secara jujur, netral, independen dan profesional serta melanggar asas-asas penyelenggaraan pemilu.

Kedua, meminta kepada KPU RI, Bawaslu RI dan DKPP  untuk segera memberhentikan ketua dan anggota KPU Kabupaten Mimika  dan selanjutnya mengambil alih seluruh tugas dan fungsi dan wewenang komisioner KPU   Kabupaten Mimika sebelum tahapan pencoblosan tanggal 27 Juni 2018.

Ketiga, mendesak kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Papua untuk segera mempercepat proses hukum terhadap ketua dan anggota KPU Kabupaten Mimika yang sudah dinyatakan tersangka dan berkasnya telah dinyatakan lengkap oleh Gakumdu dan telah diserahkan kepada Kejaksaan Tinggi Papua.

Keempat, mendesak kepada Kapolres  Mimika untuk segera menangkap dan memproses hukum anggota KPU Kabupaten Mimika karena mereka adalah aktor utama dari kisruh pilkada Kabupaten Mimika 2018-2023.

Kelima, demikian pernyataan ini kami buat dan sampaikan, maka demi hukum dan keadilan agar segera ditindaklanjuti sekurang-kurangnya dalam jangka waktu 3x24 jam. 

Menanggapi pernyataan sikap itu,  Komisioner KPU Papua Divisi Logistik dan Keuangan, Izak Hikoyabi memberikan ucapan terima kasih kepada massa paslon Omtob yang telah melaksanakan demo damai sebagai bentuk demokrasi yang teratur.

“Ini adalah demokrasi yang disampaikan dengan baik. Selaku KPU Provinsi dan wakil Korwil Mimika, saya sampaikan terima kasih. Kami sudah lakukan pleno di KPU Provinsi Papua mengambil sikap tegas tanpa ada intervensi. Seluruh keenam pasangan adalah sama.  Kami tidak memihak pada siapapun itu,” kata Izak.

Ia mengatakan, pihaknya akan memberikan jawaban dalam waktu 3x24 jam. Sehingga ia meminta seluruh paslon agar tidak melakukan demo selama tujuh hari.

“KPU berjalan di jalan yang lurus dan netral. Kami tidak memihak siapapun. Jadi saya tegaskan, selama tujuh hari jangan ada demo. Ini pesta rakyat jadi semua harus damai. Semua pemilih diberi kesempatan untuk memilih di TPS dengan tertib hukum,” ujarnya. (Salma)

Tinggalkan Balasan