USAID Bersama Ajak Media Lindungi Korban KGB di Papua Barat

Lindungi Korban KGB di Papua Barat
Lindungi Korban KGB di Papua Barat
Lindungi Korban KGB di Papua Barat – Yoel Amon Korowa (Tengah) Field Officer Manokwari USAID Bersama saat bertandang di redaksi Papuabaratoke.com diterima oleh CEO, Clinton Tallo dan Pimpinan Redaksi, Kris Tanjung, Rabu (13/6/2018). (Foto: Hanas Warpur/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.comLindungi Korban KGB di Papua Barat.  Winrock International USAID Bersama terus mengkampanyekan anti kekerasan berbasis gender (KGB) di Provinsi Papua Barat.

Untuk itu, USAID Bersama mengajak media massa, baik cetak maupun elektronik di Papua Barat, ikut berperan melindungi korban kekerasan perempuan dan anak. Program ini akan masuk ke dua wilayah kedudukan di 12 kabupaten dan 1 kota se Provinsi Papua Barat, yakni Sorong Raya dan Manokwari Raya.

Field Officer Manokwari Usaid Bersama, Yoel Amon Korowa saat bertandang ke kantor redaksi berita online Papuabaratoke.com, Rabu (13/6/2018) menjelaskan, bahwa peran media sangat penting untuk mengedukasi tentang adanya kekerasan terhadap gender di daerah Papua Barat.

Menurut Yoel, melalui pemberitaan yang ditulis setiap waktu tentang kekerasan perempuan harus bisa mengedukasi masyarakat dan melindungi korban kekerasan. Kata dia, untuk mewujudkan program USAID Bersama ini, pihaknya akan membentuk jaringan anti KBG pada Juli 2018 mendatang.

Dengan basis wilayah Papua Barat sebagai daerah pembanding akan diarahkan ke Sorong dan Manokwari.

Ditanya tentang data kekerasan terhadap gender yang dipegang oleh USAID Bersama, diakuinya bahwa memang mereka belum memegang secara utuh, namun berdasarkan peneliti dari UNDP pada tahun 2016 menyatakan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak sangat tinggi di daerah Papua dan Papua Barat.

Dengan alasan inilah, pihak USAID Bersama memilih dua daerah ini (Sorong dan Manokwari) untuk mensukseskan program USAID Bersama ini. Ditannya tentang faktor penyebab kekerasan perempuan dan anak, jelasnya bahwa bukan karena faktor miras, namun banyak hal.

Baca Juga:  Sepakat Cegah Kekerasan Gender, Pemprov PB Teken MoU

Padahal menurutnya, antara perempuan dan laki-laki kedudukan sama saja, namun karena kodrat yang berbeda, maka sangat disayangkan kalau kekerasan terhadap perempuan dan anak terus meningkat.

“Kami lebih banyak mendapat data kekerasan perempuan dan anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, sebab mereka lebih banyak mendata setiap hal-hal yang terjadi dilingkungan masyarakat,” katanya.

Berdasarkan data kekerasan perempuan dan anak, maka pihak USAID Bersama pemerintah mengadvokasi agar mengurangi kekerasan perempuan dan anak dalam lingkungan rumah tangga. Namun lanjutnya, program USAID Bersama ini lebih fokus pada orang asli Papua, bahkan lebih mengarah ke daerah perkampungan lokal.

“Misalnya di Sorong Distrik Manyamuk, sedangkan Manokwari mereka ke Distrik Prafi dan Masni. Tapi berada di kampung lokal dan bukan transmigrasi.,” ungkap Yoel.

Mewakili kepala suku Nusantara di Papua Barat, Kepala Suku Besar Flobamora NTT, Clinton Tallo mendukung program USAID Bersama, sebab kata dia, melihat selama ini di Papua pada umumnya kekerasan perempuan dan anak sangat tinggi, maka kehadiran tokoh masyarakat baik non Papua dan Papua harus mendukung agar mengurangi kekerasan perempuan dan anak.

“Peran media sangat penting mendukung dan lebih penting lagi seluruh stack holder di pemerintah dan swasta untuk mendukung adanya program tersebut, sebab wujud dari program USAID Bersama ini sangat mendukung untuk mengurangi kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tambah Clinton Tallo.

Penulis : Hanas Warpur
Editor : Kris Tanjung

The post USAID Bersama Ajak Media Lindungi Korban KGB di Papua Barat appeared first on PapuaBaratOKe.Com.

Tinggalkan Balasan