Bupati Definitif Jayawijaya Bakal Audit Penggunaan Anggaran Pjs

Bupati Definitif Jayawijaya John Wempi Wetipo

WAMENA-Bupati definitif Jayawijaya, John Wempi Wetipo berencana akan melakukan audit keuangan di Pemkab Jayawijaya setelah kembali aktif pada 25 Juni nanti. Hal ini dikarenakan ia mendapat laporan jika penggunaan APBD Jayawijaya selama 3 bulan yang dikelola pejabat sementara telah menghabiskan Rp 12 miliar.

Bupati Definitif Jayawijaya, John Wempi Wetipo menegaskan, setelah aktif kembali, pihaknya akan mengaudit penggunaan anggaran untuk Pjs bupati. Ia memiliki hak untuk melakukan audit karena dirinya yang mengesahkan anggaran APBD 2018 Jayawijaya. Ia juga yang akan bertanggungjawab karena masa jabatannya akan berakhir 18 Desember nanti.

“Audit ini pasti akan kita lakukan terhadap penggunaan anggaran pejabat sementara Bupati Jayawijaya, karena dari laporan yang saya terima selama 3 bulan sudah Rp 12 miliar habis digunakan,”tegasnya, Rabu (13/6) kemarin.

Menurutnya, Rp 12 miliar yang telah dikeluarkan ini laporannya tidak sesuai ketentuan, karena yang menjadi pelaksana tugas Kabag itu langsung merangkap menjadi bendahara, tidak ada aturan seperti itu, sekarang siap yang bertugas menjadi bendahara untuk menandatangani pembuatan laporan pertanggungjawaban karena bendahara bupati dan wakil bupati tidak pernah dilibatkan.

“Bahkan pos penggunaan anggaran wakil bupati juga dikeluarkan sedangkan ada bendaharanya wakil bupati, ini yang dinilai tidak beres dan harus diaudit penggunaan anggarannya,”jelasnya.

Wempi Wetipo menilai, sebenarnya pejabat dari Provinsi Papua datang ke sini itu harus mengajarkan hal yang benar, jangan mengajarkan hal yang salah.

Ia mencontohkan, dana stabilitas yang telah dianggarkan sebesar Rp 1 miliar lebih, ini telah digunakan pada saat bentrokan dengan warga, sebenarnya dana ini diperuntukan untuk itu, tapi ternyata membuat kesepakatan lain dengan masyarakat sehingga ia berharap apa yang telah dijanjikan harus ditepati. Sementara itu, Pjs Bupati Jayawijaya, Doren Wakerkwa saat dikonfirmasi via telepon selulernya terkait hal ini belum ada respon. (jo/th)

Tinggalkan Balasan