Tajuk Kristen Dihukum Karena Mengasihi


Di dunia ini, umat Allah tidak pernah bebas dari masalah. Tidak meng¬herankan bila selalu ada pihak-pihak yang tidak menyukai umat Allah. Pada zaman Perjanjian Lama, suku-suku bangsa kafir umumnya adalah sumber masalah—bahkan bisa dikatakan sebagai musuh—bagi umat Allah. Dalam bacaan Alkitab hari ini, kita akan membaca tentang hu¬kuman Allah terhadap empat bangsa yang merupakan musuh bagi umat Allah, yaitu Amon, Moab, Edom, dan Filistin.

Bangsa Amon dihu¬kum Allah karena mereka senang saat melihat Bait Allah dinajiskan dan bangsa Yehuda diangkut ke pembuangan (25:3). Bangsa Moab dihukum Allah karena mereka menyamakan bangsa Yehuda dengan bangsa-bang¬sa lain (25:8), dan sikap demikian berarti bahwa mereka merendahkan TUHAN (25:11). Bangsa Edom dihukum Allah karena mereka membalas dendam terhadap bangsa Yehuda (25:12).

Tiga suku bangsa ini memiliki hubungan darah dengan bangsa Israel karena bangsa Amon dan bangsa Moab adalah keturunan Lot, keponakan Abraham; sedangkan bangsa Edom adalah keturunan Esau, saudara Yakub. Bangsa Filistin dihukum Allah karena mereka bergembira dan membalas dendam saat bangsa Israel sedang mengalami celaka (hukuman Allah).

Bila Allah menghukum umat-Nya, hal itu bukan dilakukan karena dendam atau benci, tetapi karena Allah mengasihi umat-Nya. Oleh karena itu, Allah kesal bila ada orang-orang yang merasa senang melihat umat-Nya dihukum.

Allah menghukum umat-Nya yang berdosa, tetapi Allah tetap mau membela umat yang Dia kasihi. Kasih Allah terhadap umat-Nya tidak pernah berubah. Bila kita sudah percaya kepada Tuhan Yesus, kita adalah anak-anak Allah yang termasuk anggota umat Allah yang Dia kasihi dan Dia bela. (Red)

Tinggalkan Balasan