Pangdam : Permintaan Kodim Nduga Bakal Ditindaklanjuti

Dari Kunjungan Gubernur, Pangdam, Kapolda di Kenyam

JAYAPURA (PT) – Bupati Nduga, Yarius Gwijangge meminta dibentuknya Kodim dan Polres di Kabupaten Nduga.

Permintaan ini disampaikan Bupati Yarius menyusul adanya gangguan keamanan berupa penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) hingga menewaskan masyarakat.

“Saat ini situasi di Kenyam sudah kondusif dan proses pencoblosan dapat berjalan dengan lancar walaupun sempat tertunda karena adanya gangguan keamanan,” ungkap Bupati Yarius dihadapan Pangdam XVII/Cenderawasih, Kapolda Papua, Pj. Gubernur Papua dan Kabinda Papua saat melakukan kunjungan ke Kenyam, Nduga, Jumat (29/6/2018).

Diakui Yarius bahwa dengan persoalan gangguan keamanan, maka pihaknya meminta dibentuk satuan Kodim, Polres guna memberikan rasa aman.

Menyikapi permintaan Bupati, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI. George E. Supit mengatakan, stabilitas keamanan adalah tanggung jawab Pemerintah Daerah dibantu TNI/Polri dengan tokoh-tokoh masyarakat sehingga tidak boleh hanya membebankan tugas kepada aparat TNI/Polri tetapi menjadi tugas bersama.

“Kita semua tidak boleh gentar menghadapi kelompok kriminal bersenjata. Pilkada harus tetap jalan sehingga agenda nasional Pilkada aman bisa tercapai sesuai harapan kita semua,” ajak Pangdam.

Pangdam mengakui bahwa pihaknya berjanji akan segera menindak lanjuti permintaan Bupati Nduga tentang pembangunaan Kodim di wilayah Nduga.

Sementara untuk penerimaan prajurit TNI memang program Kodam lebih mengutamakan putra-putri asli Papua serta akan merekomendasi putra-putri terbaik Nduga yang ingin menjadi prajurit-prajurit terbaik untuk mengabdikan dirinya kepada negara dan Bangsa,” ujar Pangdam.

Senada dengan itu, Pj. Gubernur Papua, Soedarmo mengucapkan trimakasih kepada semua komponen yang berada di Nduga, baik aparat keamanan, Pemerintah Daerah dan masyarakat Nduga karena telah mengatasi masalah yang sedang terjadi dengan baik dan apresiasi yg tinggi karena tetap dilaksanakannya pilkada, dalam penghitungan nanti hendaknya dilaksanakan dengan jujur, tidak ada kecurangan, demokrasi sehingga menghasilkan pemimpin yang bisa membangun daerah ini. (jul/dm)

Tinggalkan Balasan