Pasokan BBM 1070 KL Belum Cukupi Kebutuhan Masyarakat

Denny/ Cepos

Suasana bongkar muat BBM jenis bensin dan solar di Bandar Udara Cargo Wamena, Sabtu, (30/6).

WAMENA–Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerindag) Kabupaten Jayawijaya mengklaim jika kebutuhan normal BBM jenis solar dan bensin untuk Kabupaten Jayawijavya mencapai 2500 KL per hari, namun saat ini pihak penyedia hanya mampu menyediakan 810 KL (kilo liter) per hari.

Kabid Perdagangan Disnakerindag, Arisman Chaniago mengakui, banyaknya konsumen dan meningkatnya permintaan kebutuhan BBM di Kabuapaten Jayawijaya cukup tinggi,  sehingga untuk saat ini, kuota BBM subsidi hanya 810 KL dan untuk solar hanya 260 KL.

“Kuota sebanyak 1070  KL yang terdiri dari solar dan bensin yang ada ini belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, berbeda kebutuhan per hari itu biasanya mencapai 2500 KL,”ungkapnya Sabtu (30/6) kemarin.

Menurutnya, kuota yang ada saat ini tidak dapat menjamin kebutuhan masyarakat Jayawijaya mengingat permintaan dan kebutuhan BBM di Jayawijaya saat ini cukup tinggi.

“Kami harap ada penambahan kuota BBM untuk wilayah Kabupaten Jayawijaya ditambah, sehingga dapat memeenuhi permintaan masyarakat,”jelasnya.

Terkait terjadinya antrian panjang di SPBU selama ini, kata Arisman, selain keterbatasan kuota BBM di Jayawijaya, hal lain yang mempengaruhi terjadinya antrian panjang pada beberapa APMS karena adanya pekerjaan dan penambahan jalan darat, sehingga memacu panambahan kendaraan darat.

“Sebenarnya pemerintah pusat sudah harus menambah kuota BBM di Kabupaten Jayawijaya, sehingga masyarakat tidak lagi merasa resah akan keterbatasan BBM di Kabupaten Jayawijaya,”katanya.

Secara terpisah Wakil Bupati Kabupaten Jayawijaya, Jhon Richard Banua mengungkapkan, selama ini penyaluran BBM berjalan baik walaupun memang masih adanya antrian panjang di beberapa APMS yang ada dalam kota Wamena.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan