Disperindag Terima Kewenangan Sebagai PSKA Kegiatan Ekspor

Kepala Disperindag Mimika, Bernadinus Songbes.

SAPA (TIMIKA) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika telah menerima kewenangan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI sebagai salah satu Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) dengan nomor kode daerah 29.04 serta kode identitas daerah MMA. Dengan demikian,Disperindag Mimika berkewenangan menandatangani surat kegiatan ekspor hasil bumi di Mimika.

Kepala Disperindag Mimika, Bernadinus Songbes menjelaskan, kewenangan penanganan SKA telah diupayakan sejak tahun 2002 hingga 2016 lalu.  Tahun 2017 Disperindag Mimika kembali mngajukan proposal ke Kemendag melalui Dirjen Perdagangan Luar Negeri, sehingga memasuki tahun 2018, dilanjutkan dengan pengajuan nama untuk penandatangani SKA serta  pelimpahan format sepesimen SK pejabat yang berhak untuk penandatanganan SKA ke Dirjen Perdagangan Luar Negeri.

“Kami sudah berupaya selama dua tahun. Tahun sebelumnya ada pejabat lain yang upayakan hal itu, tapi tidak lolos. Akhir Januari tahun 2018, kami sudah mendapatkan  tiga stempel dari Kementerian Perdagangan yang tertulis sertifikat POM RI. Selanjutnya diterbitkan Keputusan Menteri Perdagangan RI Nomor 104 tahun 2018 tentang penetapan instansi penerbitan SKA.

Songbes menjelaskan, Disperindag Mimika berada dalam urutan 88 dari 89 Kabupaten dan Kota se Indonesia yang ditetapkan sebagai IPSKA.

“Saat ini khusus untuk ijin ekspor PTFI itu langsung di provinsi, tapi ada perusahan-perusahaan lainnya seperti Putri Desi itu yang nanti akan kami tandatagani SKA-nya. Kami juga akan terus telusuri kemungkinan ada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang ekspor tapi tidak kita ketahui dan itu wajib ada SKA dan kepatutan hukum lainnya,” ungkapnya.

Menurut Songbes, menyusul  pemberian kewenangan tersebut di atas, Kemendag RI melalui Direktorat Jendral Perdagangan Luar Negeri melaksanakan survei dan pelatihan tentang tata cara, mekanisme dan prosedur penerbitan SKA kepada semua Pejabat Eselon III dan IV serta staf  yang berkompoten untuk melakukan survei serta memberikan bimbingan dan pelatihan kepada semua pegawai Disperindag.

Tujuannya untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas pegawai Disperindag dalam memahami regulasi di bidang ekspor serta tata cara pengisian form-form penerbitan SKA secara manual dan On Line. Selain itu, juga mengetahui mekanisme dan prosedur serta koordinasi antara Disperindag bersama Bank Devisa serta semua pihak eksportir seperti PTFI dan CV Putri Desi.

“Karena sudah ditunjuk selaku IPSKA, maka kami melakukan pelatihan agar semua pegawai dapat menguasai tata cara, prosedur dan mekanisme serta proses penerbitan SKA itu. Pelatihan kami lakukan dua hari yaitu hari ini dan besok (Kemarin dan hari ini - Red),” tutur Songbes. (Acik)

Tinggalkan Balasan