Jhon -Martin Ditetapkan Pemenang Pilkada Jayawijaya

Para Komisioner KPU Jayawijaya saat menandatangani berita acara rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya bersama dengan saksi pasangan calon serta disaksikan oleh Panwas, Kamis, (5/7).

WAMENA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jayawijaya akhirnya menetapkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya, Jhon R Banua dan Marthin Yogobi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya terpilih dengan perolehan suara 260,012, unggul jauh dari kolom kosong 2.271.

Ketua KPU Jayawijaya, Adi Wetipo dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur  Provinsi Papua Serta Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya  mengakui, ini merupakan hasil dari rekapitu 40 distrik yang ada di Jayawijaya.

“Dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati diketahui jumlah pemilih laki -laki 140.885 pemilih dan perempuan 127. 609 sehingga totalnya 268. 494 pemilih,  jumlah suara sah 262.  283, sementara jumlah suara tidak sah 1.467, total jumlah suara sah dan suara tidak sah 263.750,”ungkapnya secara terbuka dalam rapat pleno, Kamis (5/7) kemarin.

“Penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah Kabupaten Jayawijaya Tahun 2018, keputusan ini berlaku sejak ditetapkan dengan ketentuan jika terdapat kekeliruan akan dilakukan perbaikan,”kata Adi Wetipo.

Sementara itu, Kapolres Jayawijaya AKBP. Jan Bernard Reba mengakui, rekapitulasi Kabupaten Nduga, Jayawijaya dan Yalimo, yang tadinya terlambat dalam melakukan pleno penghitungan suara seperti Kabupaten Nduga dilakukan 28 Juni lalu, namun ketegasan dari KPU dan Panwas serta semua aparat keamanan yang ada di sana sehingga Kabupaten Nduga telah melakukan pleno pada 24 Juni kemarin.

“Kita usahakan hari ini sampai dengan besok suarat suara dari Nduga akan diturunkan ke Wamena dan akan diteruskan ke Jayapura,”tandasnya.

Untuk kabupaten Yalimo, kata Jan Reba, hari yang sama dilakukan pleno dengan Jayawijaya,  dan pihaknya akan melakukan pergeseran kotak suara dari Yalimo ke Jayapura, sementara untuk Jayawijaya sedikit ada keterlambatan karena ada dua agenda yakni pleno Gubernur dan Wakil Gubernur Papua dan pleno Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya.

“Kita lihat mungkin kurang terpenuhinya unsur -unsur dari KPU dan Panwas sehingga hasil surat suara yang didorong ke KPU untuk pleno di tingkat kabupaten terlihat menimbulkan pro dan kontra,”bebernya.

Lanjut Kapolres Jayawijaya, pihaknya tetap optimis hari ini bisa selesai, namun kalau situasi tidak menjamin maka akan ditunda hingga besok, untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya telah memobilisasi pasukan gabungan dari TNI/ Polri.

“Kita tahu pleno ini menyangkut suka dan tidak suka, tapi semua kembali kepada rekuitmen awal dan yang bergerak sekarang itu para saksi dan tim sukses, hal ini yang dinilai tidak ada transparansi antara KPU dan Panwas  sehingga membiarkan masalah ini dibawa ke pleno, hal ini tidak profesional karena hanya akan menimbulkan konflik,”pungkasnya.

Sementara untuk penghitungan suara Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua dari pantauan Cenderawasih Pos ditunda untuk besok, (hari ini)  lantaran ada ketidak cocokan data sehingga perlu dilakukan koordinasi kembali antara KPU Jayawijaya dan PPD.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan