Miras 2 Kontainer Masih Ditahan Kodam ? AMPERA Apresiasi Upaya Kodam Ikut Perangi Miras

Kapendam XVII/ Cenderawasih, Kolonel (Inf) Muhamad Aidi, dan Ketua Umum Aliansi Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat (AMPERA), Stenly Salamahu Sayuri. (Foto : Asham/Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA— Berbeda dengan kebanyakan hasil penangkapan maupun penyitaan miras yang dilakukan oleh anggota TNI – AD di kawasan perbatasan RI – PNG dalam beberapa kasus sebelumnya, dimana biasanya pelaku dan barang bukti diserahkan ke kepolisian untuk di proses hukum, nampaknya ada ‘perlakuan khusus’ terhadap barang bukti 2 kontainer yang belum lama ini di sita oleh Kodam XVII/Cen dari Pelabuhan Jayapura, yang hingga kini masih di tahan oleh Kodam XVII/Cenderawasih dan katanya akan dimusnahkan, tapi tidak ada penjelasan apakah akan melalui proses hukum atau langsung di  musnahkan.

Terkait ‘keberhasilan’ jajaran Kodam XVII/ Cenderawasih mengamankan 2 kontainer miras tersebut mendapat apresiasi dan dukungan dari Aliansi Mahasiswa Pemuda dan Rakyat (AMPERA) Papua.

Ketua Umum AMPERA Papua, Stenly Salamahu Sayuri menyatakan mendukung langkah Kodam XVII/Cenderawasih yang selama ini pro aktif ikut mengamankan peredaran miras illegal baik di kawasan perbatasan RI- PNG, pedalaman Papua maupun miras tanpa izin yang beredar di dalam Kota Jayapura, yang di datangkan dari luar Papua.

“Miras membunuh orang Asli Papua (OAP), sehingga kami dukung kebijakan Kodam XVII/ Cenderawasih untuk ikut amankan peredaran miras illegal, seperti beberapa waktu lalu yang berhasil amankan 2 kontainer miras dari pelabuhan, yang di duga illegal” kata Stenly Salamahu Sayuri, kepada wartawan di salah satu cafe di Abepura, Kamis 5/7/2018 petang.

Menurutnya, maraknya peredaran miras di tanah Papua mengakibatkan banyak pihak yang dirugikan, termasuk orang OAP. Persoalan miras ini sudah lama dibicarakan bahkan sering didiskusikan di kalangan aktifis, akademisi, maupun politisi.

“Miras menurut kami merupakan kepentingan kapitalis yang terstruktur sistematis dan masif yang bertujuan mengeksploitaisi orang Papua yang berakibat pemusnahan etnis.” katanya.

Selama ini banyak dalil yang dipakai untuk melegalkan peredaran miras di Tanah Papua seperti, menambah pendapatan hasil daerah, menarik simpati wisatawan asing hingga regulasi yang kontradiksi. Hal ini malah menguntungkan beberapa pihak sehingga peredaran miras terus terjadi di Papua. Meskipun sudah ada regulasi yang melarangnya.

“Kebijakan Kodam Pangdam ini patut diapresiasi semua pihak yang kemudian terlibat mengantisipasi pemusnahan etnis OAP. Miras ini banyak memakan korban OAP sehingga kita Ampera Papua menyatakan sikap mendukung penegakan Perda Miras agar tidak ada lagi miras yang beredar di Papua, apalagi yang kita tahu, miras yang di amankan Kodam baru – baru ini milik sebuah perusahaan yang Dirutnya adalah OAP sendiri”

Pihaknya meminta kepada semua pihak terutama pemasok miras ke Papua, untuk berpikir secara matang. Sebab, tindakan mereka ini, merupakam tindakan dan sikap yang merugikan OAP ke depan.

AMPERA mendukung pemberlakuan Perda Nomor 15 Tahun 2013 Tentang Pelarangan, Produksi, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol Provinsi Papua resmi diberlakukan, setelah Gubernur bersama jajaran Forkopimda, Bupati, Wali kota, dan jajaran Muspida 29 Kabupaten/Kota melaksanakan penandatanganan Pakta Integritas Pelarangan.

Terlepas dari upaya memerangi peredaran miras di Papua, belum lama ini sejumlah pihak mempertanyakan ‘keberhasilan’ Kodam XVII/ Cenderawasih yang melakukan penahanan miras sebanyak 2 kontainer di area pelabuhan, mengingat aksi tersebut tidak melibatkan pihak kepolisian sehingga dinilai ‘overlap’ terhadap tupoksi yang semestinya menjadi domain kepolisian.

Namun dari beberapa sumber yang diperoleh Lingkar Papua, bahwasanya miras tersebut legal dan lengkap surat – suratnya, dan pihak kepolisian sendiri tidak tahu menahu soal penangkapan termasuk juga hingga kini barang bukti miras yang ditangkap belum di serahkan ke kepolisian.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Kolonel (Inf) Muhammad Aidi menyatakan bahwa penangkapan sebanyak 2 truk kontainer merupakan tindaklanjut dari Pakta Integritas yang ditanda tangani oleh Forkompimda, Bupati, Walikota termasuk pihak Kodam.

“Jadi komitmen Kodam adalah membantu Pemda dalam rangka pengendalian dan peredaran miras di Papua. jadi itulah langkah yang kita ambil, merupakan inpelemntasi dari Pakta Integritas tersebut”, kata Kapendam melalui saluran telepon, Kamis (5/7/2018) petang.

Muhammad Aidi menjelaskan bahaya miras sangat banyak salah satunya menyebabkan timbulnya tindakan kriminal yang lain.

“Kami hanya menjalankan Pakta Integritas, jika ada pihak yang mempertanyakan masalah legal dan tidaknya miras itu, maka perlu dipertanyakan lagi Pakta Integritas itu”, kata M. Aidi.

Ia menjelaskan barang bukti miras saat ini diamankan di Mako Pomdam XVII/Cenderawasih, sementara kontainer yang mengangkut miras tersebut sudah dikembalikan.

“Kontainer dan mobil yang sudah dipulangkan. itu tidak ditahan. dia kan hanya sarana angkut saja, yang ditahan hanya barang bukti miras saja. Nantinya akan dimusnahkan.” kata Muhammad Aidi.

Berbeda dengan penangkapan sejumlah miras sebelumnya yang dilakukan anggota TNI – AD di kawasan perbatasan RI – PNG ataupun di kampung – kampung tempat anggota TNI-AD bertugas, yang biasanya barang bukti dan pelakunya di serahkan ke kepolisian untuk di proses hukum, untuk kasus miras 2 kontainer ini nampaknya ada perlakuan khusus dari Kodam XVII/ Cenderawasih, bila benar hingga kini masih di kuasai Pomdam dan tidak di serahkan ke kepolisian untuk di proses hukum.

Sebelumnya, sebanyak 1.200 karton atau 9.720 liter miras dalam dua truk kontainer diamankan Kodam XVII/Cenderawasih, ketika diangkut keluar Pelabuhan Laut Jayapura, Kamis (21/6/2018) malam.

Berdasarkan data, miras yang berhasil diamankan terdiri dari 600 karton Mansion House (Whisky) @24 botol ukuran 350 ml atau 5040 liter, 600 karton Javan Anggur (Anggur Merah) @ 12 botol ukuran 650 ml atau 4680. (***)
Reporter         : Asham
Editor             : Walhamri Wahid

The post Miras 2 Kontainer Masih Ditahan Kodam ? AMPERA Apresiasi Upaya Kodam Ikut Perangi Miras appeared first on .

Tinggalkan Balasan