Pleno Pilgub di Wamena Ricuh, Ini Penyebabnya

Denny/ cepos
LEMPAR KURSI: Saksi dua Paslon Guberner dan Wagub Papua saling lempar kursi dalam pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara Pilgub Papua di ruang sidang DPRD Jayawijaya, Sabtu (7/7)

WAMENA-Rapat Pleno Rekapitulasi terbuka Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua di Kabupaten Jayawijaya, Sabtu (7/7) kembali diskors oleh komisioner KPUD Jayawijaya.
Penghentian terpaksa dilakukan akibat adanya keributan di dalam ruang sidang. Keributan tersebut dipicu perbedaan data PPD dan data yang ada di kotak suara yang dimasukkan,tidak diterima.
Dalam pleno tersebut terjadi perdebatan antara antara saksi Paslon nomor urut 1 dan Paslon nomor urut 2 saat dilakukan pembacaan rekapitulasi perolehan suara di Distrik Walesi. Data perolehan suara yang dibacakan dimana Paslon nomor urut 1 mendapat 980 suara dan Paslon 2 mendapat 4420 suara, mengundang protes dari PPD yang menyatakan data tersebut tidak sinkron dengan pleno di distrik.
Hal ini memicu kemarahan dari para ketua PPD yang mengambil keputusan untuk walk out dari ruangan rapat pleno bersama tim sukses nomor urut 1.
Kondisi ini memicu emosi dari saksi Paslon nomor urut 2 yang akhirnya memicu pertengkaran dalam ruangan antara pendukung.
Pertengkaran tersebut bahkan diwarnai aksi saling melempar kursi di ruang sidang DPRD hingga Kapolres Jayawijaya AKBP Jan Bernard Reba bersama dengan Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf. Lukas Sadipun langsung melakukan pengamanan dengan mencoba menenangkan masa yang saling bentrok pleno tersebut.
Selain itu aparat keamanan juga langsung mengamankan kotak suara ke gudang KPUD Jayawijaya.

Dari pantauwan Cenderawasih Pos rapat pleno rekapitulasi dipimpin oleh 4 komisioner KPU Jayawijaya , sedangkan untuk Ketua KPU sendiri Adi Wetipo tak hadir dalam rapat pleno tersebut.(jo/nat)

Tinggalkan Balasan