Kasus PPD Mimika Baru Kedapatan Bersama Cabup Dengan Uang Rp 100 Juta, Gakkumdu Tunggu Rekomendasi Bawaslu

Kombes (Pol) Ahmad Musthofa Kamal, Kabidhumas Polda Papua. (Foto : Titie / Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA– Terkait insiden salah satu anggota Panitia Pemilihan Distrik (PPD) Mimika Baru berinisial YM yang kedapatan tengah bersama salah satu Cabup di sebuah rumah dengan barang bukti Berita Acara Rekap PPD dan sejumlah uang menurut Polda Papua, kasus ini menjadi ranahnya Bawaslu, sehingga pihak kepolisian khususnya Gakkumdu menanti hasil pemeriksaan dan rekomendasi Bawaslu seperti apa.

“kasus itu kan masih ranah pelanggaran Pilkada, jadi nanti apa rekomendasi Bawaslu barulah kepolisian menindaklanjuti, bila rekomendasi Bawaslu ada tindak pidana Pemilu, berarti akan di tanani kepolisian, bila itu pelanggaran administrasi Pemilu, tentu ranahnya KPU dan Bawaslu untuk memberikan sanksi, jadi kita tunggu dululah hasil pemeriksaan Bawaslu”, kata Kombes (Pol) Ahmad Mustofa Kamal saat di konfirmasi Lingkar Papua, Minggu (8/7/2018) di sela – sela kegiatan pengamaan Pleno Rekapitulasi Pemilihan Gubernur – Wakil Gubernur Papua tingkat Provinsi di salah satu hotel di seputaran Abepura, Kota Jayapura.

Sehingga menurutnya saat ini Polda Papua masih focus bagaimana mengawal dan menjamin keamanan bagi penyelenggara menuntaskan tahapan Pilkada Kabupaten Mimika sampai tuntas.

Menurut Kabidhumas Polda Papua hingga saat ini baik anggota PPD Mimika Baru berinisial YM maupun Calon Bupati nomor urut 4, Hans Magal masih dalam proses pemeriksaan, pasca diamankan pihak Bawaslu yang didampingi Kapolres dan Dandim 1710/Mimika, Sabtu (7/7/2018) malam,

Soal barang bukti yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menjadi barang sitaan, apakah nanti dari hasil pendalamannya dana itu dipergunakan untuk barter dan sebagaimanya itu masih di dalami.

“jadi uang Rp100 juta itu untuk siapa dan dari mana, nanti di telusuri dulu, nanti diungkap dulu,” katanya lagi.

Sementara soal pelaksanaan pleno di Kabupaten Jayawijaya serta berkaitan dengan aksi massa pendukung salah satu paslon yang merusak kediaman Wakil Bupati Jayawijaya, menurut Kombes (Pol) A.M. Kamal saat ini kepolisian masih konsentrasi pada pelaksanaa Pleno Rekapitulasi tingkat Kabupaten Jayawijaya yang masih tertuda.

“Memang rencananya pukul 15.00 WIT ini akan dilakukan pleno jadi kita masih fokus ke situ dulu,” kata Kabidhumas lagi.

Terkait insiden pengrusakan rumah Wakil Bupati Jayawijaya semalam, merupakan imbas dari ketidak puasan terhadap pleno rekapitulasi tingkat KPUD Jayawijaya pada siang harinya.

“itu ada pidana murninya, kalau pelaku pengrusakan rumah Wakil Bupati itu pidana murni dan polisi masih mendalami kasusnya saat ini,” kata A.M. Kamal

Menurut Kombes (Pol) A.M. Kamal dalam proses penyelenggaraan Pilkada pasti ada ketidakpuasan dengan berbagai macam dugaan, namun semuanya ada mekanisme dan jalurnya sehingga ia menghimbau masyaraka, khususnya Timses dan pendukung pasangan calon tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum yang bisa merugikan diri sendiri maupun kandidatnya.

“Jadi untuk laksanakan penegakan hukum harus sesuai aturan hukumnya. semua harus taat, dengan demikian akan terbukti siapa yang bersalah nantinya”, kata Kadbihumas menghimbau agar pasangan calon, maupun Timses bisa ikut memberikan pemahaman yang baik dan benar kepada simpatisan, bukan malah sebaliknya mengompori dan memberikan pemahaman yang memprovokasi.

Sedangkan untuk mengamankan pelaksanaan Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara Pilgub Papua yang di mulai hari ini, Minggu (8/7/2018) di salah satu hotel di kawasan Abepura, Kombes (Pol) A.M. Kamal menjelaskan bahwa Polda Papua telah mempersipakan sekitar 350 personel Polri yang di back up oleh TNI.

“ya, …. nanti kita akan stay disini tiga hari, terhitung sejak hari ini”, kata Kabidhumas. (***)

Reporter         : Titie
Editor             : Walhamri Wahid

The post Kasus PPD Mimika Baru Kedapatan Bersama Cabup Dengan Uang Rp 100 Juta, Gakkumdu Tunggu Rekomendasi Bawaslu appeared first on .

Tinggalkan Balasan