Molor 2,5 Jam, Ini Alasan Saksi Paslon JHOSUA Walk Out di Pleno Rekapitulasi Suara Pilgub Papua Tingkat Provinsi

Nathan Pahabol, Sekretaris Tim Pemenangan Paslon JHOSUA saat bersalaman dengan Ketua KPU Papua, Theodorus Kosay, sesaat sebelum meninggalkan ruangan Pleno Rekapitulasi Suara Pilgub Papua. (Foto : Titie/ Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA—Meski diwarnai aksi ‘walk out’ (keluar ruangan-Red) saksi dari pasangan calon nomor urut 2, John Wempi Wetipo – Habel Melkias Suwae (JHOSUA), Rapat Terbuka Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara Pemilihan Gubernur – Wakil Gubernur Papua tingkat Provinsi yang berlangsung hari ini, Minggu (8/7/2018) di salah satu hotel di kawasan Abepura, Kota Jayapura tetap di langsungkan, walau sempat di skors sekitar sejam, kemudian kegiatan pleno di lanjutkan lagi pada pukul 17.30 WIT.

Sebelumnya pleno sempat tertunda dan molor hingga 2,5 jam karena harus menunggu kedatangan 1 orang komisioner KPU Provinsi Papua dari Mimika, namun begitu pleno di buka secara resmi oleh Ketua KPU Papua, Theodorus Kossay, Sekretaris Tim Pemenangan Paslon JHOSUA, Nathan Pahabol melakukan interupsi dan menyampaikan pernyataan sikapnya yang menolak pelaksanaan pleno.

“alasan kami, pertama, hari ini hari Minggu, bagi kami orang Papua ini hari sakral, harinya Tuhan, kita harus menghargai nilai – nilai kearifan local yang ada di Tanah Papua, selain itu juga kami menilai sampai hari ini belum semua hasil dari KPUD kabupaten masuk ke Provinsi, dan juga belum lagi adanya sejumlah masalah dan kecurangan yang berpengaruh terhadap perolehan suara paslon, yang kami duga sudah ada proses kecurangan sejak di tingkat bawah, jadi kami menilai tahapn ini tidak berjalan dengan baik, makanya kami walk out”, jelas Nathan Pahabol kepada sejumlah wartawan usai meninggalkan ruangan pleno.

Lantaran aksi walkout tersebut, KPU Papua akhirnya menskors pelaksanaan pleno sekitar 1 jam untuk berembug dan musyawarah, dan akhirnya pada pukul 17.30 WIT tahapan pleno di lanjutkan kembali.

“Kami walk out karena sejumlah alasan, Pilkada di Papua tidak melalui tahapan yang ada”, kata Nathan Pahabol menambahkan paslon JHOSUA menghormati dan menghargai pihak KPU Papua dalam proses tahapan dan pelaksanaan Pilgub Papua, hanya saja, untuk pelaksanaan pleno hari ini pihaknya dengan tegas menolak.

“Kami menghargai dan mengapresiasi komitmen dari KPU Papua, namun alangkah lebih baik pleno hari ini ditunda”, kata Pahabol menegaskan kembali bahwa waktu pleno bertepatan dengan hari Minggu, dan tidak etis dilaksanakan sebab hari Minggu adalah harinya Tuhan, selain itu juga paslon JHOSUA menilai ada beberapa kabupaten yang belum melakukan pleno rekapitulasi di tingkat kabupaten.

“Kami meminta pihak KPU kabupaten/kota dan juga Panwas setempat untuk melakukan pengawasan yang intens kepada kabupaten-kabupaten yang sampai saat ini belum melakukan pleno rekapitulasi hasil Pilgub,” katanya menambahkan bukan rahasia lagi adanya kecurangan-kecurangan yang terjadi pada saat pleno baik di tingkat PPD maupun di kabupaten.

Bahkan Tim Pemenangan JHOSUA mengaku memiliki sejumlah bukti atas kecurangan yang terjadi di sejumlah kabupaten, hingga aksi kekerasan tidak manusiawi dari pihak keamanan yang telah disiapkan oleh tim JOSUA yang nantinya akan diserahkan untuk menjadi bahan evaluasi oleh pihak KPU Papua.

“Kami punya bukti ada oknum aparat kampung yang melakukan pencoblosan pada kertas suara pada tanggal 26 Juni 2018 malam di Kabupaten Yalimo”, katanya menambahkan bukti tersebut akan diserahkan kepada pihak Bawaslu Provinsi Papua.

Nathan Pahabol berharap pihak Bawaslu bisa bersikap tegas dan arif dalam menyikapi proses kecurangan Pilgub yang terjadi saat ini.

Ditempat yang sama Ketua KPU Papua, Theodorus Kossay mengatakan tetap menerima aksi walk out yang dilakukan oleh pihak JOSUA. Namun demikian, KPU Papua pastikan pleno rekapitulasi KPU Papua tetap berjalan sesuai dengan agenda nasional yang telah ditetapkan.

“Kami tetap menerima keberatan dari pihak saksi paslon dan juga tim pemenang dari nomor urut 2 JWW-HMS tapi untuk tahapan rekapitulasi tetap berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” katanya.

Hingga berita ini di terbitkan, proses rekapitulasi suara masih berlangsung, dimana sudah ada enam kabupaten yang menyampaikan hasilnya, sedangkan pleno rekpitulasi di KPUD Mimika juga telah berlangsung sejak sore hari da di jadwalkan selesai hari ini juga, Minggu (8/7/2018). (***)

Reporter        : Titie
Editor             : Walhamri Wahid

The post Molor 2,5 Jam, Ini Alasan Saksi Paslon JHOSUA Walk Out di Pleno Rekapitulasi Suara Pilgub Papua Tingkat Provinsi appeared first on .

Tinggalkan Balasan