Tidak Patuhi Aturan, Satlantas Berikan Teguran Kepada Pengendara

Petugas Satlantas menegur anak dibawah umur mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm.

SAPA (TIMIKA) - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Mimika sejak Kamis (5/7) hingga Sabtu (7/7), menurunkan personelnya untuk melakukan kegiatan menegur para pengendara yang tidak mematuhi aturan tertib berlalulintas. Kegiatan ini dilaksanakan disimpang tiga base camp, depan lampu merah (Traffic light) Pasar Swadaya SP 2, Jalan Cenderawasih.

Menurut Kasat Lantas Polres Mimika, AKP Indra Budi Wibowo, dalam kegiatan ini sebanyak tujuh personel diturunkan untuk menyasar ke pengemudi kendaraan roda dua yang terpantau melakukan pelanggaran, seperti misalnya tidak menggunakan helm, berboncengan lebih dari satu penumpang dan pengendara yang masih dibawah umur.

“Sebanyak 38 sepeda motor yang kita berikan teguran, dan didominasi tidak menggunakan helm. Tentunya dengan kegiatan ini lebih mengedepankan kegiatan preemtif, yaitu memberikan teguran dan himbauan kepada pelanggar,” kata AKP Indra dalam keterangannya kepada Salam Papua, Minggu (8/7).

Dengan memberikan teguran kepada pengendara, kata AKP Indra, agar dikemudian hari pengendara tidak lagi mengulangi pelanggaran yang sama. Sebab, diakuinya masih banyak masyarakat yang merasa sepele tidak melengkapi diri menggunakan helm juga kelengkapan berkendara lainnya.Padahal, sangatlah penting melengkapi diri demi keselamatan disaat berkendara.

"Tertib berlalulintas itu bukan karena ada polisi lalu lintas, tetapi tertib berlalulintas karena adanya kesadaran dari diri sendiri," ujarnya.

Meski jauh dekat jarak dalam bepergian dengan berkendara, pengendara harus dan tetap mengikuti peraturan berlalulintas, seperti menggunakan helm standar baik pengendara maupun yang di bonceng.

“Banyak alasan dari pengemudi ketika di tanya petugas, kenapa tidak menggunakan helm? Jarak yang ditempuh dekat, rumah dekat dan lain sebagainya. Ini tidak boleh menjadi alasan lagi,” tuturnya.

Sedangkan untuk yang masih di bawah umur, kata AKP Indra, tentunya tidak boleh mengemudi kendaraan apalagi berboncengan lebih dari satu penumpang. Juga dalam berkendara tidak diperbolehkan melawan arus maupun mengonsumsi minuman beralkohol hingga dalam keadaan mabuk saat berkendara.

“Hal ini yang kita sampaikan kepada masyarakat. Jangan membawa kendaraan dalam keadaan mabuk dan wajib membawa STNK dan SIM sebagai wujud legalitas kendaraan dan kemampuan membawa kendaraan,” katanya. (Tomy)

Tinggalkan Balasan