Berboncengan Tanpa Helm, Siswa Sekolah Tabrak Anak Kecil Bersama Ayahnya

Pengendara sepeda motor

SAPA (TIMIKA) – Pengendara sepeda motor yang merupakan siswa salah satu sekolah menengah atas di Kota Timika, menabrak pejalan kaki di Jalan Leo Mamiri, Senin (9/7). Akibatnya, pejalan kaki yang merupakan anak kecil bersama ayahnya mengalami luka lecet dan dibawa ke klinik terdekat. Sedangkan pengendara bersama dua orang rekannya yang dibonceng, juga mengalami luka lecet dilarikan ke rumah sakit.

Kanit Lantas Polsek Mimika Baru, Aipda Balthasar Fasse mengatakan, pengendara sepeda motor dengan nomor polisi DS4973MY memboncengan dua orang temannya yang merupakan siswa sekolah menengah atas. Ketiganya saat itu masih berseragam sekolah dan tidak menggunakan helm.

“Mereka berboncengan sebanyak tiga orang dan tidak menggunakan helm menabrak pejalan kaki,” kata Aipda Balthasar Fasse kepada Salam Papua, Senin (9/7).
 
Korban anak kecil.
Kejadian ini bermula ketika pengendara sepeda motor datang dari Pasar Damai menuju PLN di Jalan Leo Mamiri. Pengendara yang  membonceng dua rekannya itu melaju dengan kecepatan tinggi. Saat tiba di lokasi kejadian, karena tidak dapat menguasai kendaraannya, pengendara menabrak dari arah belakang seorang anak kecil yang sedang membawa sepeda dan ayahnya yang sedang berjalan di pinggir jalan.

Pengendara sepeda motor beserta temannya kemudian terjatuh dan mengalami luka lecet, lalu dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan korban yakni seorang anak kecil yang juga mengalami luka lecet, dibawa ke klinik terdekat.

“Pengendara bersama bocengannya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan,” ujar Fasse.

Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian warga dan membuat  kemacetan Lalu Lintas dari dua arah di lokasi kejadian.

Atas peristiwa itu, Fasse mengungkapkan, kepada pengendara tidak dilakukan penahanan. Setelah dirawat, orang tua pengendara diminta untuk datang menjemput anaknya. Namun, satu unit sepeda motor yang digunakan diamankan sebagai barang bukti.

“Kita tidak melakukan penahanan kepada pengendara. Kita hanya memanggil orang tuanya masing-masing untuk datang ke Polsek menjemput anaknya,” ungkap Fasse. (Tomy)

Tinggalkan Balasan