Soal  Pembangunan Pot Bunga, Inspektorat Belum Tahu

Tampak pot bunga  yang dibangun di kiri kanan jalan Polder di tahun 2017 lalu. Pot bunga yang dibangun ini merupakan pindahan dari jalan  Spadem. 

MERAUKE-  Inspektorat Kabupaten Merauke, Drs. Irianto Sabar Gattang   mengaku, belum mengatahui jika ada  pot bunga yang dibangun di  jalan  Polder  Merauke.   Sebab, lanjut dia,   jika ada pot bunga  yang dibangun di  jalan  Polder Tahun 2017   tersebut,  Irianto Sabar Gattang menilai  kemungkinan belum melalui  perencanaan.

      ‘’Yang pasti bahwa  pot bunga  yang dibangun di  jalan  Spadem   waktu itu sudah kami perintahkan kepada SKPD  yang membangun  pot tersebut  untuk dihentikan,’’   kata Irianto Sabar Gattang ketika ditemui Radar Merauke belum lama ini.   

     Ditegaskan,  setiap kegiatan  yang akan dilaksanakan  oleh  pemerintah harus melalui perencanaan dari awal. Jika   itu dilakukan   tanpa direncanakan  maka  kegiatan tersebut tidak bisa dibayar dan berpotensi  menjadi  temuan.

‘’Saya belum tahu kalau ada  pembangunan  pot bunga di jalan Polder.  Yang saya tahu,  pembangunan  pot bunga  itu ada di jalan Spadem  tahun lalu. Tapi saat itu  kami sudah perintahkan Dinas Perumahan Rakyat  untuk membongkar pot-pot bunga itu dan itu  sudah dilakukan,’’ tandasnya.   

  Mantan Kepala  Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Asmat ini menjelaskan, dengan larangan pembangunan  pot bunga di jalan Spadem tersebut  maka tidak boleh dipindahkan ke tempat lain. Karena   pembangunan  pot bunga yang dilaksanakan  di jalan Spadem  saat itu tidak sesuai aturan. ‘’Makanya   kita stop dan tidak boleh ada tindaklanjut atau dipindahkan ke  tempat lain,’’ terangnya.

   Sementara  itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kabupaten Merauke Paino, SIP kepada Radar Merauke beberapa waktu lalu mengungkapkan, pembangunan pot bunga  di tahun 2017 tidak dibayar. Tahun 2018 ini, pihaknya telah menganggarkan sebesar Rp 380 juta, namun belum   dapat dilaksanakan  sehubungan dengan adanya kesalahan nomenklatur  yang seharusnya berbunyi pemeliharaan  namun dalam DPA tercantum pembangunan.

Sehingga menurut dia,   pihaknya akan mengkoordinasikan terlebih dahulu dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Merauke dan Inspektorat Kabupaten Merauke untuk perubahan nomenklatur  terlebih dahulu untuk nantinya bisa dilaksanakan.

   Sementara itu, dari pantauan Radar Merauke,  pot bunga yang menyerupai sumur   yang dibangun  2017   itu belum seluruhnya di plaster. Sebagian   batu batanya masih  terlihat. Pot bunga ini dibangun kiri kanan   jalan mulai pertigaan di Lampu Merah  jalan Paulus Nafii-jalan Polder sampai pertigaan jalan Trikora Merauke.  (ulo)

Tinggalkan Balasan