Orang Tua Keluhkan Biaya Masuk SMAN I Serui

SERUI – Meskipun dana Otsus telah diberikan 80 persen untuk kabupaten dan kota, namun biaya pendidikan dinilai orang tua siswa masih berat. Seperti yang terjadi di SMAN 1 Serui. Untuk biaya masuk saja orang tua dibebani harus membayar Rp 900.000. Tentunya dana sebanyak ini untuk keluarga yang mampu tidak memberatkan, namun bagi orang tua yang tidak mampu, biaya ini dinilai sangat berat. 

Kata orang bijak, ilmu itu mahal, itu benar terjadi pada penerimaan siswa baru di SMA N I Serui. Jika ingin masuk di SMA N I Serui, orang tua harus merogoh kantong Rp 900.000, kalau tidak maka siswa tersebut dinyatakan gugur alias tidak diterima.
Adapun rinciannya antara lain, 1. uang baju batik sebesar Rp 150.000, atribut Rp 125.000, uang baju olahraga Rp 225.000, uang pembuatan tempat parkir kendaraan roda 2 dan roda 4 Rp 400.000.
Besarnya biaya pendaftaran ini dikeluhkan salah seorang orang tua calon siswa, Mudumi bahwa kesepakatan pembayaran pendaftaran ulang sebesar Rp 900.000 lewat rapat dengan komite dan dewan guru khususnya panitia sudah berlangsung.
Namun kesepakatan itu, sangat memberatkan atau membebani orang tua. “Orang tua sangat mengeluh karena biaya masuk ke SMA N I, kami nilai sangat mahal. Sebagian orang tua tidak terima,” ujarnya kepada Cenderawasih Pos di SMA N I Serui siang kemarin. Dikatakan, sekolah gratis di Kabupaten Kepulauan Yapen dalam kepemimpinan Bupati Tonny Tesar dan Wabup Frans Sanadi sudah bagus. Namun, seiring status SMA/SMK sudah di Pemerintah Provinsi Papua maka dinas biaya pendaftaran ulang mulai mahal. Wakil Bupati Frans Sanadi, BSc, S.Sos, MBA saat dikonfirmasi mengaku kaget mendengar biaya masuk SMA Negeri 1 sangat mahal. “40 orang tua siswa pekan lalu datang menghadap saya dan melaporkan biaya masuk itu,” katanya seraya mengatakan bahwa hal itu langsung ia sikapi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk memperhatikan biaya tersebut.
Ia mengaku bahwa biaya sebesar Rp 900.000,- sangat berat bagi orang tua yang tidak mampu. Karena kebutuhan lainnya tentu harus dipenuhi orang tua. (rin/tho)

Tinggalkan Balasan