KPU Papua : Pilkada Paniai Digelar 25 Juli Diikuti Dua Paslon

Theodorus Kossay, Ketua KPU Papua dan Tarwinto, salah satu anggota KPU ketika memberikan keterangan pers terkait Pilkada Paniai 2018. (Foto : Titie/ Lingkar Papua)
Theodorus Kossay, Ketua KPU Papua dan Tarwinto, salah satu anggota KPU ketika memberikan keterangan pers terkait Pilkada Paniai 2018. (Foto : Titie/ Lingkar Papua)

LINGKARPAPUA.COM, JAYAPURA—Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah – Wakil Kepala Daerah Kabupaten Paniai di rencanakan akan di gelar Rabu, 25 Juli 2018, dan akan di ikuti oleh dua pasangan calon yakni Meki Nawipa-Oktopianus Gobai dan Hengky Kayame -Yehezkiel Tenouye.

Hal itu di sampaikan Tarwinto, komisioner KPU Papua saat di dampingi Ketua KPU Papua, Theodorus Kossay kepada sejumlah awak media, usai pelaksanaan Rapat Terbuka Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara Pemilihan Gubernur – Wakil Gubernur Papua periode 2018 – 2023 di salah satu hotel di seputaran Abepura.

“Pemungutannya tanggal 25 Juli, diikuti dua pasangan calon, sesuai SK Nomor 77”, kata Tarwinto bersama Theodorus Kossay, Ketua KPU Papua, Senin (9/7/2018) malam.

Menurut keduanya, kepastian jumlah pasangan calon Pilkada Paniai dilakukan berdasarkan SK 77 KPU Papua yang diterbitkan oleh KPU Papua per tanggal 11 Juni 2018 Tentang Pembatalan SK 31 KPUD Paniai Tentang Penetapan Satu Pasangan Calon, sehingga menurut KPU Papua yang berlaku adalah SK 29 KPUD Paniai pertanggal 28 Februari 2017 tentang penetapan dua pasangan calon pada Pilkada Paniai 2018.

“di Paniai tetap dua calon, tidak ada calon tunggal, pasangan Hengky Kayame -Yehezkiel Tenouye dan pasangan Meki Nawipa-Oktopianus Gobai, kita berharap masyarakat di Paniai bisa menerima keputusan tersebut, karena sudah sesuai dengan peraturan”, kata Tarwinto lagi.

Soal jika nanti masyarakat masih melakukan penolakan terhadap keputusan tersebut menutur KPU Papua aspirasi adalah hal yang wajar dalam demokrasi asal tidak anarkhis, karena soal itu sudah menjadi keputusan KPU sebagai penyelenggara.

“Kalau menolak, masyarakat tidak boleh menghalang-halangi tahapan, silahkan menggunakan jalur hukum, silahkan di gugat, jadi penyelenggara bekerja sesuai aturan, dan semuanya ada mekanismenya, tidak perlu menggunakan kekerasan, karena bila tidak setuju dengan keputusan itu ada jalurnya, dan KPU sekedar melaksanakan saja”, kata keduanya lagi.

Tarwinto menambahkan bahwa untuk memastikan terlaksananya tahapan Pilkada Paniai, KPU Papua telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, sehingga di harapkan kepolisian mampu melakukan cipta kondisi agar masyarakat dapat menerima dengan baik keputusan hukum yang telah dikeluarkan KPU.

“Soal keamanan, tentunya merupakan tugas aparat kemanan, Polri di beck up TNI, kita optimis semua bisa menerima putusan ini dan Pilkada bisa berlangsung aman dan damai”, kata Tarwinto lagi. (***)

Reporter        : Titie
Editor             : Walhamri Wahid

The post KPU Papua : Pilkada Paniai Digelar 25 Juli Diikuti Dua Paslon appeared first on .

Tinggalkan Balasan