21 WNA Penyalahgunaan Izin Imigrasi Terancam Penjara 5 Tahun

Kepala Seksi Informasi dan Sarana Komunikasi Keimigrasian Mimika, Dede Sulaiman.

SAPA (TIMIKA) - Kantor Imigrasi Kelas II Mimika telah memulai penyidikan tindak pidana keimigrasian terhadap 21 WNA (Warga Negara Asing) yang ditangkap di Kabupaten Nabire pada Senin (2/7) lalu.

Penyidik Kantor Imigrasi Kelas II Mimika telah  mengirimkan SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) ke Kejaksaan Negeri Nabire pada hari Rabu 4 Juli 2018 untuk proses lebih lanjut.

“SPDP nya sudah dikirim ke Kejari untuk segera diproses,” kata Kepala Seksi Informasi dan Sarana Komunikasi Keimigrasian Mimika, Dede Sulaiman, kepada wartawan Salam Papua di ruang kerjanya, Kamis (12/7).

Dia menjelaskan, 21 WNA yang diamankan terdiri dari 4 warga negara Jepang dengan inisial TH, KI, YT, dan HK, 1 (satu) orang warga negara Korea Selatan dengan inisial GSY, dan 16 (enam belas) orang warga negara China dengan inisial TG , LY, WJ, LY, LS, LC, WJ, OW, GX, WX, YE, LX, ZS, WY, MJ dan seorang perempuan berinisial HY.

Dari 21 WNA yang diamankan diduga kuat melakukan penyalahgunaan izin tinggal keimigrasian sebagaimana diatur dalam pasal 122 huruf A Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, dengan ancaman pidana 5 (lima) tahun penjara dan denda sebanyak Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah). 
WNA diproses hukum.
“Peningkatan ke proses penyidikan ini dilaksanakan setelah penyidik memiliki alat bukti yang cukup atas dugaan tindak pidana keimigrasian tersebut,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, ke-21 WNA tersebut ditangkap pada saat melakukan aktivitas penambangan emas di Kp. Lagari, Distrik Makimi, kabupaten Nabire, Papua.

Ketika ditanya terkait perusahaan yang mempekerjakan atau yang mendatangkan WNA ke Nabire, dia mengaku, pihaknya saat ini masih fokus pada penyelesaian kasus dari 21 WNA tersebut.

“Kita selesaikan satu-persatu dulu untuk kasus ini. Saat ini kita masih fokus pada kasus ke 21 WNA. Setelah ini selesai maka akan berlanjut kepada perusahaan yang mendatangkan WNA,” ujarnya. (Tomy)

Tinggalkan Balasan