Di Merauke, Gadis 10 Tahun Diperkosa

MERAUKE-Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Merauke, Rabu (11/7) kemarin. Kali ini, kejadian itu dilaporkan menimpa gadis 10 tahun yang duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Kapolres Merauke, AKBP Bahara Marpaung, SH saat dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas, AKP Suhardi mengatakan, menurut pelapor yang merupakan ayah korban kejadian itu terjadi pada saat korban sedang mencari kayu bakar di tengah hutan.

“Kejadiannya Rabu, 10 Juli 2018 sekitar pukul 14.00 WIT. Dan saat ini kasus tersebut sudah ditangani oleh polisi,” kata AKP Suhardi kepada koran ini, Rabu (11/7) kemarin.

Dijelaskan, kejadian itu bermula ketika Minggu 8 Juli 2018 sekitar pukul 15.00 Wit, pelapor bersama keluarganya pergi ke Kampung Urumb untuk membakar siput (bahan baku kapur sirih) selama empat hari. Namun, pada Selasa, 10 Juli 2018 sekitar pukul 14.00 WIT, korban yang saat itu mencari kayu bakar di tengah hutan kembali ke tempat membakar siput sambil menangis. Selain itu juga, celana pendek yang dipakai korban ada bercak darah. Melihat hal itu, ibu korban langsung menanyakan kejadian tersebut namun korban tak memberitahukan apa penyebab darah di celananya itu.

“Korban ini takut dengan ancaman pelaku, sehingga tidak berani memberitahukannya,” ujarnya. Tak lama berselang, lanjut  Suhardi, ibu korban pun menceritakan hal yang menimpah anaknya ke suaminya. Mendengar informasi tersebut, pelapor langsung menanyakan apa yang terjadi pada korban. Dan korban menceritakan bahwa dirinya telah disekap dan disetubuhi di dalam hutan ketika sedang mencari kayu bakar.

“Dari informasi, pelaku diketahui berinisial AK yang berprofesi sebagai nelayan,” bebernya. Terkait dengan kasus ini, lanjut Suhardi, sudah ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Merauke. Pelaku dijerat dengan undang-undang perlindungan anak.(nik)

Tinggalkan Balasan