Dinkes Nduga Targetkan Semua Balita Bisa Terlayani

Denny/ Cepos
Sosialisasi kampanye imunisasi campak Rubela oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Nduga di Wamena, Rabu, (11/7).

WAMENA- Pemerintah Kabupaten Nduga melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menargetkan 100 persen pelayanan pelaksanaan kampanye imunisasi campak Rubella bagi anak umur sembilan bulan hingga 15 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Nduga, Inna Gwijangge mengatakan, meski Nduga merupakan kabupaten di Papua yang terakhir melakukan sosialisasi, namun harapannya untuk kampanye vaksin campak dan Rubella ini menjadi yang pertama dilakukan oleh Kabupaten Nduga.

“Target kami 100 persen semua masyarakat bisa dijangkau, namun kendala kami hubungan transportasi karena di Kabupaten Nduga dengan 32 distrik, 420 kampung, yang mana 12 distrik diantaranya hanya bisa dijangkau dengan pesawat dan 9 distrik dengan helicopter,”ungkapnya saat sosialisasi imunisasi campak Rubella di Wamena, Rabu (11/7).

Untuk itu, Dinas Kesehatan Nduga berharap baik ke pemerintah pusat maupun Provinsi Papua, untuk mendukung pelaksanaan kegiatan kampanye ini dengan menyediakan sarana transportasi.

“Kami siap laksanakan program kampanye ini untuk mencapai 100 persen bayi dan Balita umur 9 bulan hingga 15 tahun. Kami butuh dukungan dari semua sektor, baik lintas program maupun lintas stakeholder,” kata  Inna Gwijangge.

Sementara itu, salah satu perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Sutingatin mengaku, imunisasi atau yang disebut kampanye merupakan imunisasi massal Rubella yang merupakan penggabungan antara imunisasi campak dan Rubella yang merupakan jenis imunisasi yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari dua penyakit sekaligus campak (measles) dan campak Jerman (Rubella).

“Kenapa imunisasi ini penting, karena telah ditemukan beberapa kasus terutama baru-baru terjadi di Asmat yang banyak menimbulkan kematian terhadap anak-anak,”beber Sutingatin.

Meski kasus ini bukan saja terjadi di Asmat, kata Sutingatin, untuk KLB campak ada berapa kasus yang Rubella, dimana kasus Rubella ini sangat berbahaya, apabila mengenai ibu hamil yang nantinya anak yang dikandung bisa menimbulkan cacat maupun menimbulkan keguguran.

” Kita awali dengan imunisasi massal yang sasarannya adalah anak umur 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun. Kemudian setelah itu, vaksin Rubella intruduksi measles campak, Rubella ini nantinya yang akan diintruduksikan menjadi program imunisasi,”katanya.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan