Ini Kata Jimmy Afaar Soal Batik Melania Trump

JAYAPURA – Beberapa hari terakhir warganet yang biasa berselancar di media sosial dibuat kaget dengan busana pakaian yang dikenakan oleh istri Presiden Amerika Serikat, Melania Trump.

Dari foto-foto yang beredar, Melania nampak baru turun dari sebuah pesawat kenegaraan dan bergandengan dengan Presiden Donald Trump. Sejatinya dari bentuk busananya memang terlihat biasa, Melania nampak cantik dress berwarna putih dengan kerah yang cukup lebar dengan kain yang menutupi tangan hingga siku.

Namun yang menjadi unik adalah motif atau corak dari busana tersebut adalah bergambar Burung Cenderawasih. Dengan warna terang terlihat jelas motif Cenderawasih yang menjadi icon Papua tersebut.

Terkait ini salah satu penggiat batik di Jayapura, Jimmy H Afaar menyampaikan bahwa dari busana yang dikenakan sosok semisal Meliana Trump ini, ia meyakini akan memotivasi pengrajin batik lainnya untuk mengcopy motif design yang sama. Hal tersebut dianggap biasa karena menjadi peluang dan daya tarik untuk orang lain merasa menggukanan produk dress yang sama.

“Dengan munculnya baju yang dikenakan istri presiden Amerika dengan alur alur motifnya mirip batik Indonesia, ini akan memotifasi pengrajin batik Indonesia untuk mengcopy desain yang sama dan menjadi daya tarik pasar industri ekonomi Indonesia,” kata Jimmy Afaar melalui pesan whatsappnya, Kamis (12/7) kemarin.

Namun ia menyebut busana yang digunakan adalah jenis Midi Blazer Dress karena panjang bajunya hanya sampai di mata kaki.
Namun soal asal batik tersebut Jimmy belum bisa memastikan mengingat saat ini jika berbicara tentang batik Indonesia, ciri – ciri tarikan pencantingannya jelas dan karakter budaya jelas dan kuat terutama pada proses batik tulis yang mengangkat kearifan budaya Indonesia, termasuk Papua.

“Kalau saya lihat proses pembuatannya menggunakan printing mesin tapi batik motif Papua bukan saja jadi icon di Papua tetapi juga di Indonesia dan keanekaragaman motif Papua yang sarat akan kekayaan budaya dan peminatnya terus bertambah,” bebernya.

Terkait batik menurut Pimpinan Batik Port Numbay ini melihat perkembangan batik sangat baik, hanya perlu tetap didukug oleh pemerintah, BUMD dalam pengembangan sumberdaya pembatiknya. Batik Papua juga kadang dipakai untuk oleh-oleh.

“Untuk batik Port Numbay special mengerjakan batik tulis tidak pernah sepi, bahkan kami keteteran menerima pesanan sehingga kami berharap pengrajin batik dan pemerintah perlu tetap bersinergi dan ikut menjaga agar motif yang ada tidak begitu saja diambil oleh pembatik dari luar karena makna dan filosofinya hanya diketahui oleh perancang karena ada karakter ditiap motif,” pungkasnya. (ade)

Tinggalkan Balasan