KPU-Bawaslu Diminta Tegakkan Demokrasi di Lima Tahun Kedepan

Komunitas Cendekiawan Alumni Jawa – Bali (Kawan Jaba) Papua menggelar acara pengucapan syukur atas dilantiknya Theodorus Kossay menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua, serta pula Metusalak Infandi menjadi Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua

JAYAPURA- Berkaitan dengan telah dilantiknya Theodorus Kossay menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua, serta pula Metusalak Infandi menjadi Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua, Komunitas Cendekiawan Alumni Jawa – Bali (Kawan Jaba) Papua menggelar acara pengucapan syukur yang dilakukan di Hotel Sahid Entrop, Rabu (11/7) kemarin.

Ketua Umum Kawan Jaba, Samuel Tabuni, mengatakan, keduanya sebagai bagian dari pada Kawan Jaba, dalam masa kepemimpinan di lima tahun kedepan dapat menegakkan demokrasi dengan benar. Bukan apa, sebab masyarakat di Papua sudah banyak kacau dan mati karena demokrasi. Oleh sebab itu, sebagai pejabat harus mengawal demokrasi. Kalau tidak, akan adanya perpecahan yang menyebabkan kepunahan dari pada orang Papua itu sendiri.

“Meskipun komunitas ini masih sangat muda, yang mana baru berjalan beberapa bulan, kita semua berkumpul di sini untuk merayakan kegembiraan atas apa yang kita capai, yakni mencetak dua pemimpin besar yang akan menentukan masa depan tanah ini,” ungkap Samuel Tabuni dalam sambutannya.

Di sisi lain, Ketua DPR Papua, Yunus Wonda, yang juga hadir pada kesempatan itu, dalam sambutannya, memberikan ucapan selamat kepada keduanya karena telah terpilih dan dilantik sebagai Ketua Bawaslu  Provinsi Papua dan Ketua KPU Provinsi Papua.

“Keduanya harus tetap menjalankan tugas dan fungsinya dengan penuh tanggung jawab, serta tidak ketinggalan dengan terus berpegang teguh pada aturan perundang-undangan. Artinya, jangan sampai kita keluar dari aturan dan sistem. Sebab, kalau sedikit saja kita keluar dari aturan dan sistem, sebut saja karena perasaan, maka perasaan itulah yang akan membuat kita hancur. Sebaliknya, kalau kita tetap dalam sistem dan aturan yang berlaku, maka apapun kondisi dan gejolaknya, kita tetap benar jalannya,” tambah Yunus Wonda.

Wonda mengaharapkan keduanya dari lembaga yang dipimpin mereka masing-masing, dapat terus membangun komunikasi, baik dengan eksekutif, legislatif, maupun yudikatif. Dalam hal ini, dengan pemerintah tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun pusat. “Kami bangga bahwa hari ini, anak-anak Papua mulai muncul untuk memimpin di tanahnya sendiri. Kedepan, saya yakin, generasi Papua ini akan terus bermunculan untuk memimpin dan merubah negeri ini. Sebab, sudah waktunya anak-anak Papua berdiri di atas tanahnya sendiri,” lanjutnya lagi.

Ketua KPU Provinsi Papua, Theodorus Kossay, sendiri mengakui bahwa ia mendapat ucapan selamat. Namun, dibalik ucapan selamat itu, ia pahami bahwa ada tanggung jawab yang harus dipikul di lima tahun kedepan dalam memimpin lembaga KPU Provinsi Papua.

“KPU dan Bawaslu saat ini tengah disenangi, disayangi, dan disukai. Tapi ada saat-saat tertentu kita juga akan dicaci maki. Sekarang ini memang belum, tapi kedepan, yang mana suasana diprediksi akan kembali memanas jelas Pemilu 2019, khususnya pada Pileg. Namun, baik ucapan selamat maupun caci maki yang akan diterima merupakan bagian dari pada dinamika yang kapanpun bisa terjadi, terutama menuju tahapan-tahapan pemilihan yang semakin dekat,” jelas Kossay.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Papua, Metusalak Infandi, mengatakan bahwa memimpin Bawaslu Papua bukanlah pekerjaan mudah. Sebab, banyak tantangan dan beban yang harus menjadi tanggung jawab.

“Artinya, kami  di sini memiliki tanggung jawab, yang mana 29 kabupaten/kota di Provinsi Papua, pada proses pemilihan umum di 2019 mendatang harus mendapat pengawalan dengan baik,” tutupnya singkat.

Pada umumnya, acara syukuran ini dihadiri pula oleh Asisten I bidang Pemerintahan dan Hukum Sekda Provinsi Papua, Doren Wakerkwa, mantan Bupati Penugungan Bintang, Welington Wenda, beberapa Anggota DPR Papua, serta pula tokoh-tokoh adat, masyarakat, agama, pemuda, dan perempuan. (gra)

Tinggalkan Balasan