Melihat Kondisi dan Perkembangan Usaha Koperasi  di Kota Jayapura

Yohana/Cepos

Robert L.N. Awi

Kamis (12/7) hari ini, tepat peringatan hari Koperasi ke-71. Keberadaan badan usaha koperasi yang sering disebut soko guru ekonomi masyarakat ini, memang sempat menjadi tumpuan untuk  mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat, yang menjadi anggotanya. Lantas sejauh mana perkembangan koperasi saat ini, khususnya di Kota Jayapura?

Laporan: Yohana R Wenggi_Jayapura

Pada era orde baru, keberadaan koperasi memang terus didorong untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bahkan, badan usaha ini wajib dibentuk hingga di desa-desa atau kampung, dalam bentuk Koperasi Unit Desa (KUD). Namun belakangan ini, gaung terhadap pembinaan terhadap koperasi ini kurang begitu terdengar.  Tak heran, jumlah koperasi yang aktif ini cenderung terus menurun.

   Seperti halnya di Kota Jayapura, dari Data Dinas Perinustrian Perdagangan Koperasi (Diperindagkop )  dan UKM Kota Jayapura menyebutkan bahwa  hingga tahun 2018 ini memang terdaftar sebanyak 350 koperasi. Namun dari jumlah tersebut hanya 130 koperasi yang masih aktif. Ironisnya dari yang aktif ini, hingga pertengahan tahun baru 78 koperasi y ang telah melaporkan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Sisanya masih belum ada kepastian apakah masih aktif atau sudah tidak aktif.

   Tentunya hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Disperindagkop  Kota Jayapura untuk terus memotivasi dan lebih mengembangkan usahanya koperasi di masyarakat. Sebab, kondisi koperasi di Papua, termasuk di Kota Jayapura bisa dikatakan cukup memprihatinkan.

  Penurunan jumlah anggota koperasi yang terus menurun setiap tahunnya menjadi tanda tanya dan PR Besar,  apakah koperasi tersebut sudah tidak beroperasi ataukah koperasi tersebut memang masih beroperasi, namun tidak mau melaporkan Laporan Tahunannya kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura.

   Menurut Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian UKM  Kota Jayapura, Robert L.N. Awi dari 78 koperasi yang masih aktif ini, ada berbagi usahanya. Mulai dari  koperasi simpan pinjam, koperasi nelayan, koperasi tani, koperasi umum (koperasi sembako). Yang paling banyak jenis usaha koperasi yang bergerak di kota Jayapura adalah koperasi simpan pinjam.

  Hal ini mungkin dikarenakan banyak orang yang membutuhkan uang dengan cara yang lebih mudah sehingga koperasi simpan pinjam sangat menjamur di Kota Jayapura dibandingkan koperasi lainnya.

  Untuk meningkatkan motivasi koperasi di Kota Jayapura, sejak tahun 2015, pemerintah kota membentuk dan membina 10 koperasi adat untuk 10 kampung di Kota Jayapura dan ditambah lagi 13 koperasi umum sehingga total koperasi yang dibangun, dibina dan diberikan modal usaha oleh pemerintah kota saat ini sebanyak 21 koperasi.

  “Untuk koperasi adat yang ada di 10 kampung adat kami berikan pendampingan sejak tahun 2017 dan tahun ini juga masih kami dampingi, sedangkan untuk pemberian bantuan modal baru kami berikan tahun ini,” jelas Robert lagi.(*/tri)

Tinggalkan Balasan