CRC Dan Korem 172/PWY Gelar Lomba Menulis dan Seminar Kemerdekaan

Michael Jhon Yarisetouw.

SAPA (TIMIKA) -  Memperingati dan memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke 73 tanggal 17 Agustus 2018 mendatang, Cenderawasih Reading Center (CRC) Papua bersama Korem 172/PWY  menggelar kegiatan Lomba Menulis Essai dan Seminar Kemerdekaan dengan tema: “Kemerdekaan Sejati: Peran Serta Pemuda Papua Dalam Mengisi Kemerdekaan, Membangun Bangsa dan Negara.”

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan yang juga Ketua CRC Papua, Michael Jhon Yarisetouw yang
dihubungi dari Timika, Kamis (12/7) mengatakan, lomba dan seminar ini untuk merangkul pemuda dan pemudi Papua memberikan ide-ide positif guna mengisi kemerdekaan dan ikut membangun bangsa dan negara.

Michael menjelaskan usia 73 tahun  bukanlah waktu yang singkat untuk berkembang, sehingga dapat dipahami bahwa pasca kemerdekaan, sifat nasionalisme rakyat Indonesia harus dipertahankan dalam rangka mencegah perpecahan sesama rakyat Indonesia yang berdiri dalam Bhinneka Tunggal Ika.

“Pemuda saat ini banyak yang terjeremus dalam hal-hal negatif dan berpengaruh   pada   kurangnya   partisipasi   pemuda   untuk   turut   serta   dalam pembangunan  Bangsa  dan  Negara.  Untuk  mengurangi hal-hal negatif tersebut, perlu adanya solusi untuk meningkatkan partisipasi pemuda agar turut serta dalam pembangunan Bangsa dan Negara, yaitu melalui semangat proklamasi 17 Agustus 1945, dengan harapan dapat membentuk pemuda Indonesia yang memiliki moral, mempunyai rasa tanggung jawab, dan mengembalikan pemuda pada tugas utamanya yaitu menjadi tulang punggung pembangunan Bangsa dan Negara,” kata Michael.

Menurut Michael, observasi   yang  dilakukan  Cenderawasih  Reading  Center (CRC) menyimpulkan penyebab terjerumusnya pemuda Indonesia, khususnya pemuda Papua ke dalam hal-hal yang negatif, dikarenakan kurangnya lingkungan yang positif dan ruang untuk mengembangkan  diri.  Sesuai  dengan  misi  Cenderawasih  Reading Center  yaitu menyediakan lingkungan yang positif, maka Cenderawasih Reading Center berupaya menciptakan ruang untuk pemuda Papua mengembangkan diri dan mengisi kemerdekaan.

Tujuan dari lomba dan seminar kemerdekaan ini, jelas Michael untuk Menumbuhkan minat membaca, pelajar dan pemuda, Menguji kemampuan menulis bagi pelajar dan pemuda,   Menumbuhkan  rasa  tanggung jawab  pelajar  dan  pemuda  dalam  pembangunan Bangsa dan Negara Indonesia, Mengajak pelajar dan pemuda untuk kembali melaksanakan tugas utamanya serta Mempererat dan memperkukuh persatuan bangsa dalam kebhinekaan.

“Lewat kegiatan ini diharapkan memampukan para pelajar dan pemuda dapat mengorganisasikan gagasan secara sistematis, Pelajar dan pemuda terbiasa dalam berpikir sebelum berbicara dan bertindak, Terwujudnya rasa tanggung jawab pelajar dan pemuda dalam pembangunan Bangsa dan Negara Indonesia,  Pemuda dan pelajar mengetahui peran mereka dalam melaksanakan tugas utamanya dan Pelajar  dan  pemuda  menemukan  cara  mempererat  dan memperkukuh persatuan bangsa dalam kebhinekaan,” ujar Michael

Michael menjelaskan teknis pelaksanaan Lomba Menulis Essai dan Seminar Kemerdekaan, sebagai berikut: Tanggal   10 Juli 2018 – 31 Juli 2018 : Pengumpulan Karya Tulis Essai. 50 Karya Tulis/Tiap Kategori (Kategori Mahasiswa dan Pelajar SMA). Tanggal 1 Agustus – 10 Agustus 2018: Penilaian Karya Tulis Essai yang terkumpul oleh para Juri yang terdiri dari dua orang Akademisi dan satu dari pihak TNI. Tanggal 11 Agustus 2018  : Pengumuman 5 Finalis terpilih dari tiap kategori. Tanggal 13 Agustus 2018: 10 Finalis mempresentasikan hasil karyanya dihadapan para juri, kemudiaan akan dipilih 3 terbaik dari tiap kategori yang akan memaparkan karyanya pada acara Seminar Kemerdekaan yang akan dilaksanakan tanggal  15 Agustus 2018.

Peserta untuk Lomba Menulis Essai dikategorikan menjadi dua yaitu Peserta Tingkat Pelajar SMA dan Mahasiswa di Wilayah Korem 172/PWY. Sementara  Peserta Seminar Kemerdekaan ditargetkan berjumlah 1000 orang  berasal dari  organisasi kepemudaan, mahasiswa dan pelajar, peserta Lomba Menulis Essai yang telah berpatisipasi dan seluruh pemuda dan pelajar di Wilayah Korem 172/PWY yang diundang.

“Kemarin (Rabu –Red) dan hari ini (Kamis –Red), adik-adik dari CRC sudah mengantarkan surat mengantarkan surat ke semua SMA yang ada di Kota dan Kabupaten Jayapura,” kata Michael.

Ditanya tentang syarat dan ketentuan penulisan esaai, Michael mengatakan, ketentuan umum terbuka  untuk  warga  negara  Indonesia, perorangan (bukan merupakan bagian dari badan atau organisasi maupun kelompok), dan memenuhi ketentuan-ketentuan mengenai kepesertaan. Peserta tidak dipungut biaya apapun.

Sementara Kriteria Artike, jelas Michael, bersifat orisinal dan belum pernah diikutsertakan di ajang lomba maupun kompetisi serupa atau diterbitkan dalam bentuk apapun.

“Judul dan materi tulisan sejalan dengan tema ‘Kemerdekaan Sejati dan Sub Tema berupa
Peran Serta Pemuda Papua Dalam Mengisi Kemerdekaan, Menanamkan Ideologi Pancasila Dalam Menjaga Keutuhan NKRI dan Membangun Kecerdasan Holistik Guna Meningkatkan Kualitas Diri,” kata Michael.

Michael menyebutkan, artikel dapat berupa opini maupun fakta (current issues) yang sesuai dengan tema dan sub tema. Artikel dapat dituliskan sebagai bentuk eksplorasi ide atau gagasan, baik secara teoritis maupun praktis yang bertujuan membangun generasi muda papua. Artikel dapat pula mengandung suatu gagasan inovatif yang terkait dengan tema atau sub tema.

Artikel bebas dari segala unsure SARA, unsur-unsur yang bertentangan dengan ideology Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) beserta segala bentuk peraturan perundang-undangannya. Artikel ditulis dalam kertas A4, margin kertas 4 cm kiri, 3 cm kanan, 3 cm atas, 3 cm bawah.  Menggunakan jenis huruf Times New Roman, ukuran 12, spasi 1.5. Dan panjang tulisan minimal 1500 kata dan maksimal 2500 kata.

Persyaratan administrasi dan teknis pengiriman artikel yakni setiap peserta hanya dapat mengirimkan 1 (satu) esai dalam format PDF, melampirkan formulir yang telah diisi sesuai dengan identitas diri yang tertera dalam kartu mahasiswa atau kartu pelajar dan dikirim dalam format PDF, melampirkan kartu pelajar atau kartu mahasiswa berserta pas foto 4x6 dikirim dalam format jpg. Semua file tersebut dikirimkan ke email:                                                                        cenderawasihreadingcenter@gmail.com. Penerimaan esai dimulai tanggal 10 Juli  sampai 31 Juli 2018

“Ketentuan penilaian berupa  orisinalitas karya, relevansi dengan tema dan sub tema, kontribusi pemikiran yang inovatif, gaya bahasa dan komunikasi yang popular dan unsur penulisan yang sesuai dengan ejaan yang disempurnakan atau EYD,” kata Michael.

Terkait dengan kegiatan seminar, Michael menjelaskan teknis pelaksanaan sebagai berikut. Seminar diawali dengan 3 terbaik dari masing-masing kategori  yang terpilih akan memaparkan karya Esainya. Masing-masing peserta diberikan waktu selama 10 menit. Pembicara berjumlah 5 orang, teknis penyampaian materi adalah secara bergantian untuk memaparkan materi, waktu yang diberikan selama 15 menit.

“Agar menarik  bagi  kaula  muda  dan  tetap  mendapatkan  esensi maksud kegiatan, maka kegiatan akan diselingi dengan aksi hiburan berupa videografi, nyanyian, tarian dan lukisan hasil karya anak Papua serta Stand Up Comedy Papua,” kata Michael.

Rencananya  Seminar Kemerdekaan akan dilaksanakan di  Auditorium Universitas Cenderawasih, pada Rabu, 15 Agustus 2018 mulai pukul 08.00 WIT – Selesai.

Setiap peserta yang mengikuti Lomba akan mendapatkan piagam penghargaan berupa sertifikat. Juara I akan mendapatkan hadia uang Rp 5.000.000,00Juara II uang Rp 3.000.000,00 dan Juara III: Uang Rp 2.500.000,00. Juara I, II dan III juga akan mendapat  tropi dan sertifikat. Sementara Juara Harapan 1 dan 2  mendapat hadiah uang Rp 1.000.000  dan  sertifikat.

Bagi para peserta yang ingin terlibat dalam kegiatan lomba Essai dimaksud dapat ngisi formulir yang telah disediakan.  Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Panitia pada nomor kontak; HP: 0812 4771 0672 . WA : 0822 3824 4292 (Mike.Purba),   HP/WA : 0851 9713 2724 (Zhakaria Korano) dan HP/WA : 0812 4435 9166 (Michael Jhon Yarisetouw). (yulius lopo)

Tinggalkan Balasan