Pertumbuhan Ekonomi Papua Tertinggi di Indonesia

Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) Provinsi Papua, di Hotel Horison Ultima Timika, Kamis (12/7).
SAPA (TIMIKA) - Kepala Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan Bank Indonesia Perwakilan Papua, Fauzan  mengatakan, pertumbuhan ekonomi Papua tahun 2018 secara agregat diproyeksi berpotensi tumbuh lebih tinggi dibanding 2017. Hal itu lantaran peningkatan tarif angkutan udara dan konsumsi jelang hari raya Idul Fitri.

"Tahun ini diperkirakan lebih tinggi, dikisaran 8,52 persen sampai 8,92 persen, lebih tinggi dari tahun 2017 sebesar 4,64 persen. Angka inflasi itu meningkat pada triwulan pertama tahun 2018 sebesar 3,16 persen. Inflasi diperkirakan meningkat di triwulan kedua," ujarnya dalam Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) Provinsi Papua Periode Mei 2018 di Hotel Horison Ultima Timika, Kamis (12/7).

Menurutnya, pada tahun 2018 secara keseluruhan, inflasi di Papua dapat meningkat 4,50 sampai 4,70 persen.

"Bank Indonesia mencatat, pada triwulan I 2018 tumbuh sebesar 28,93 persen, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya, 4,78 persen. Angka tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,06 persen dan menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia," ujarnya.

Ia mengatakan, dari angka 28,93% tersebut, sektor tambang menyumbang 40 persen lebih. Sehingga pertambangan di Papua sangat memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Jadi, Bank Indonesia merekomendasikan pengoptimalan kinerja ekonomi tidak terlalu bergantung pada sektor tambang.  Memang benar, sektor tambang harus didukung, tapi sektor nontambang juga mesti dikembangkan, salah satunya dengan mengembangkan komoditas unggulan yang sudah dipetakan berdasarkan wilayah adat Papua," kata Fauzan.

Kendati sektor pertambangan dikeluarkan dari hitungan, kata Fauzan,  pertumbuhan ekonomi Papua masih stabil yakni 4,98 persen.

"Hal itu menunjukkan, perekonomian Papua cukup tangguh meski sektor pertambangan berkontraksi," ujar Fauzan. (Salma)

Tinggalkan Balasan