Peringati HAN 2018, Ciptakan Anak Indonesia Genius

Foto bersama dalam kegiatan puncak peringati HAN 2018.

SAPA (TIMIKA) - Peringati Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2018, Pemerintah kabupaten (Pemkab) Mimika melaui Dinas Kesehatan bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) dan kelompok masyarakat peduli kesehatan anak melakukan serangkaian kegiatan. Kegiatan-kegiatan itu bertujuan untuk menciptakan anak Indonesia menjadi anak genius (gesit), empati, berani, unggul dan sehat.

Rangkaian kegiatan antara lain melaksanakan senam sehat anak dan penyuluhan tentang stunting kepada siswa SD Inpres Kwamki II dan SD Inpres Koperapoka pada Jumat (20/7), dan seminar tentang 1000 Hari Pertama kehidupan (HPK), seminar imunisasi dasar lengkap dan seminar tentang kekerasan terhadap anak sebagai puncak peringatan yang berlangsung di Gedung MPCC, Jalan C Heatubun, Rabu (25/7).

Diketahui, peringatan HAN kali ini juga memiliki beberapa tujuan, diantaranya meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta bersama dengan pemerintah dalam menyelenggarakan upaya pembinaan dan pengembangan anak secara holistik-integratif dan berkesinambungan. Upaya tersebut ditujukan untuk memenuhi hak-hak anak dan mewujudkan tingkat kesejahteraan anak, serta memberikan perlindungan yang setinggi-tingginya bagi anak sebagai generasi penerus cita-cita bangsa.

“Seperti yang kita ketahui, sampai saat ini masih banyak anak-anak yang kurang perhatian dari para orang tuanya, dan masih banyak pula orang tua yang mendambakan anak-anaknya tumbuh dan berkembang menjadi anak yang berbakti bagi bangsa dan agama. Maka dari itu, marilah kita sebagai orang tua maupun masyarakat untuk mengajarkan segala kebaikan kepada anak-anak, agar kelak mereka menjadi sumber daya manusia yang bermanfaat bagi bangsa dan agama,” ujar ketua panitia kegiatan melalui sekretaris kegiatan, Abriyani Situmorang.

Perwakilan Pemkab Mimika, Andi Ramli Terru yang membuka kegiatan ini menjelaskan, tujuan umum peringatan HAN 2018 adalah untuk menyadarkan dan meningkatkan kepedulian serta peran aktif dari setiap pemangku kepentingan (Stakeholder-red). Di mana,  warga negara Indonesia berkewajiban, berfungsi, bertugas serta bertanggung jawab umumnya dalam bidang pendidikan, kesehatan gizi dan pemenuhan hak-hak dasar anak.

“Kegiatan hari ini untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak, karena hal ini merupakan salah satu aspek yang menentukan indikator derajat kesehatan suatu masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Manager CHD PTFI, Govert Waramori mengatakan, pihaknya sangat mendukung kemitraan dalam melangsungkan peringatan HAN 2018. Pasalnya, sebagai salah satu stakeholder, sudah seharusnya bersatu mempersiapkan generasi mendatang yang lebih baik.

“Mengupayakan supaya kita bisa mengurangi angka kesakitan anak, dan juga masih banyak anak yang terabaikan untuk pemenuhannya. Melalui ini, kita bisa mengajak banyak pihak untuk memperhatikan anak. Karena perlindungan anak bukan hanya  kita berfikir dari segi kekerasan, melainkan pemenuhan seluruh hak-haknya termasuk pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.

Sebagai gambaran, situasi anak di Kabupaten Mimika sejak 2015 hingga 2018, ada sebanyak 76 anak yang menjadi korban kekerasan, 80 persennya adalah kekerasan seksual. Di periode yang sama, 14 anak terlibat sebagai pelaku dalam tindak kejahatan. Data dari Polres Mimika tersebut menjadi tantangan seluruh stakeholder terkait untuk membentuk generasi genius. (Salma)

Tinggalkan Balasan