Angka Malaria di Kabupaten Mimika Masih Tinggi, Dinkes Butuh Telusuri Wilayah Pembiakan

dr Moses Untung.

SAPA (TIMIKA) -  Kepala Puskesmas Timika Jaya, SP2, dr.Moses Untung mengatakan, berdasarkan hasil Scaling up di seluruh Puskesmas yang ada dalam kota Timika  menunjukan hingga saat ini kasus malaria masih cukup tinggi.

Dengan demikian, menurut dia, Dinas Kesehatan (Dinkes), dalam hal ini seluruh pelayan kesehatan di Mimika, harus menelusuri atau mendeteksi wilayah khusus yang dicurigai menjadi titik pembiakan malaria.

“Dari hasil Scaling up itu, maka perlu adanya diskusi khusus, supaya menemukan langkah agar bisa menekan tingginya angka malaria. Dalam diskusi ini, kita akan mengkaji, apakah mungkin ada wilayah-wilayah tertentu yang menjadi pembiakan. Dalam artian, jangan sampai masih terdapat wilayah  tertentu yang menjadi pusat pembiakan malaria dan merupakan tempat yang ramai atau padat penduduk,” katanya saat mengikuti kegiatan donor darah dalam rangka peringatan HUT RI ke 73 di halaman Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Mimika, Jumat (10/8).

Menurut dia, sasaran Scaling up yang dilakukan menyasar hingga 20 persen penduduk di masing-masing wilayah pelayanan setiap Puskesmas, baik dalam gejala ataupun tanpa gejala. 

Selain mendeteksi wilayah pembiakan, ia juga mengatakan bahwa sangat  penting  untuk mengambil data dari orang yang merupakan pengidap malaria kambuhan (tersiana) serta yang mengidap malaria baru (tropika). Hal ini dilakukan untuk lebih memastikan bahwa apakah orang atau pasien tersebut murni terkena malaria baru atau hanya mengalaminya secara berulang-ulang.

“Tingginya angka malaria itu sebetulnya karena kita masih menghitung pasien yang dalam setahunnya terkena malaria sebanyak 10 kali. Padahal kalau didata yang murni baru terkena malaria, bisa saja angkanya tidak tinggi.  Sedangkan khusus dalam wilayah pelayanan Puskesmas Timika Jaya, hasil Scaling up  menunjukan angka kejadiannya cukup rendah,” katanya. (Acik)

Tinggalkan Balasan