Masyarakat Diajak Mengambil Inspirasi Pahlawan Mengisi Kemerdekaan

Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto.SIK saat menyampaikan pesannya.

SAPA (TIMIKA) - Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto mengajak semua pegawai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) serta seluruh masyarakat Mimika dapat menjadikan momen peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) sebagai flashback dalam mengenang perjuangan para pahlawan, dan menjadikan perjuangan para pahlawan sebagai inspirasi dalam mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indoensia (NKRI).

“Banyak hal dalam peringatan ini yang harus dan wajib dijadikan inspirasi. Saya ajak semua rekan-rekan di pemkab dan seluruh masyarakat Mimika, agar melihat kembali dan menjadikan perjuangan para pahlawan kita dalam mempertahankan kemerdekaan NKRI tahun 1945 silam,”ajak Agung saat menghadiri senam sehat bersama Pemkab Mimika di halaman Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Mimika, Jumat (10/8).

Menurut Agung, kerja keras tidak akan menghianati hasil. Dengan demikian, menurutnya, terdapat tiga hal yang harus diingat dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI, yakni, wajib bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa kerena telah diberikan pondasi yang kuat, sebab tidak ada suatu bangsa yang bisa melaksanakan pembangunan dan mencapai kesejehteraan tanpa adanya kemerdekaan sebagai pondasinya. Selanjutnya, wajib mendoakan dan mengenang jasa para pahlawan, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya serta wajib mengambil hikmah atau inspirasi dari para pejuang yang terdahulu.

Inspirasi yang dapat diambil dan wajib, yakni, para pejuang mempunyai satu cita-cita luhur meskipun tidak mengalami dan merasakan kemerdekaan. Mereka terus berjuang demi generasi penerus bangsa dengan mengorbankan apapun yang dimiliki, tetes air mata, darah, bahkan nyawa sekalipun dikorbankan untuk anak cucu agar bisa melangsungkan kehidupan yang layak dalam kondisi yang merdeka.

Selanjutnya, mengambil keberanian Bung Karno dan Bung Hata, karena sudah jelas bahwa kedua bapak proklamator ini bukanlah pengecut. Mereka rela dikucilkan, diungsikan dan dibuang ke pulau terluar sekalipun namun tidak mengecilkan semangat dan keberanian dalam mempertahankan NKRI. Sebaliknya, semangat mereka semakin menggelora dan mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu melawan penjajah dan mengikuti semangat pantang menyerah juga semangat rela berkorban. Jika dahulu para pahlawan memperhitungkan pamrih maka, mereka tidak akan mengangkat bambu runcing untuk melawan penjajah yang menggunakan alat tempur modern kala itu, bahkan bisa melenyapkan ribuan nyawa dalam waktu yang singkat. Namun, demi mempertahankan tanah air tercinta dan keberlangsung hidup anak cucu, mereka berdiri dengan gagah berani mengangkat bambu runcing untuk melawan para penjajah. Bahkan, tidak ada logika yang bisa memastikan bahwa mungkin kah bambu runcing bisa menang melawan alat tempur modern yang dimiliki para penjajah saat itu.

“Bayangkan saja, saat itu para penjajah sudah menggunakan altileri, tank dari baja, senjata mesin. Tapi, karena rasa tanggungjawab dan rasa memiliki serta cinta terhadap tanah air, maka para pahlawan kita berani mengangkat bambu runcing. Akhirnya dengan bambu runcing itu kita peroleh kemerdekaan yang juga merupakan hadiah dari Tuhan melalui para pahlawan kita,” terang Kapolres.

Oleh karena itu, seluruh masyarakat diharapkan dapat mengimplementasikan semangat perjuangan para pahlawan melalui tugas yang kita emban sehari-hari dengan penuh rasa syukur. Selain itu, wajib meneladani perjuangan para pahlawan dengan saling memberikan kepedulian terhadap sesama. Sebab, tidak akan ada orang hebat jika tidak saling mempedulikan yang lainnya.

“Nanti kita akan adakan penaburan bunga di pelabuhan Poumako, sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan kita. Orang yang paling mulia adalah orang yang memiliki kepedulian bagi sesamanya. Mari kita bantu sesama kita yang membutuhkan dalam hal apapun, itu merupakan wujud inspirasi kita terhadap perjuangan para pahlawan kita,” pinta Kapolres.

Rela berkorban, menurut Kapolres, merupakan suatu hal yang sulit jika selalu mengharapkan pamrih atas pengorbanan yang dilakukan. Ia mencontohkan, ketangguhan Christopher Columbus ketika membawa seluruh pasukannya mengarungi samudera luas dengan penuh keberanian meski seluruh anak buahnya sudah mulai menyerah.

“Itulah gambaran dari seorang pemimpin sejati dan mau berkorban untuk bangsa dan negara serta sesamanya,” tuturnya.

Kapolres juga mengaku bangga dengan euforia dari seluruh masyarakat Mimika menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-73. Di mana, dalam setiap rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan hampir seluruh masyarakat Mimika ikut terlibat. Selain itu, hal ini juga terlihat dari ketaatan masyarakat memasang bendera merah putih dan atribut kemerdekaan lainnya di setiap kediaman dan kompleks perkantoran dan lainnya.

“Kita lihat bersama, saat ini euforia menyambut HUT RI ke-73 di Mimika sangat luar biasa gegap gempitanya. Yang tadinya hanya menjadi penonton tetapi tahun ini berani menjadi pemain, bahkan pemain intinya. Hal ini, dikarenakan adanya peran serta  inspirasi dari petinggi pemkab dan panitia penyelenggaraan HUT RI Pemkab Mimika serta seluruh instansi swasta,” ungkapnya. (Acik)

Tinggalkan Balasan