Jalan Pendekat Jembatan Hamadi-Holtekamp Mulai Dikerjakan

Wali Kota Jayapura Dr. Benhur Tomi Mano, MM., berbincang-bincang dengan Kadis PUPR-PKP Kota Jayapura, Nofdi J. Rampi dan kontraktor terkait persiapan blasting pembangunan jalan pendekat di Jembatan Hamadi-Holtekamp, Jumat (31/8). (FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Pembangunan jalan pendekat Jembatan Hamadi-Holtekamp yang menjadi tanggung jawab Pemkot Jayapura mulai dikerjakan, dengan melakukan blasting (peledakan) material keras di lokasi pembangunan jalan pendekat. Blasting yang menandakan dimulainya pembangunan jalan pendekat ini dilakukan Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., Jumat (31/8).

Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., mengatakan, jalan pendekat yang dibangun Pemkot Jayapura sepanjang 420 meter dan menelan dana sebesar Rp 35 miliar.

“Peledakan untuk pembangunan jalan pendekat ini, sebagai tanda dimulainya tanggung jawab pemerintah kota dalam berpartisipasi mendukung pembangunan jembatan ini,” ungkap Tomi Mano usai melakukan peledakan.

Jembatan Hamadi-Holtekamp yang dibangun saat ini menurutnya dibangun secara gotong royong oleh pemerintah pusat, Pemprov Papua dan Pemkot Jayapura. Wali Kota Tomi Mano berharap, pembangunan jembatan ini bisa berjalan lancar sehingga bisa diresmikan pada Desember 2018. “Hasil keputusan bersama LMA Port Numbay, para Ondoafi dan Pemkot Jayapura, jembatan yang menghubungkan Hamadi dan Holtekamp, diberi nama Jembatan Youtefa,” jelasnya.

Sebagai anak adat Port Numbay, Tomi Mano berharap pemilik hak ulayat, Ondoafi dan kepala suku tetap mendukung pembangunan jembatan ini, tanpa mengabaikan hak-haknya.

  “Hak masyarakat adat, Ondoafi dan kepala suku, tetap saya perhatikan dan diselesaikan melalui penyelesaian lahan. Saya mohon dukungan dalam pembangunan jalan ini. Jangan sampai ada hambatan, karena nantinya pembangunan jembatan ini akan menjadi landmark dan ikonnya Kota Jayapura. Nanti jembatan ini juga dipasang lampu warna-warni supaya lebih cantik dan indah seperti namanya Jembatan Youtefa,” sambungnya.

  Sementara itu, Kepala Dinas PUPR-PKP, Kota Jayapura Nofdi J. Rampi mengatakan, blasting atau peledakan dilakukan karena posisi area jalan pendekat sangat tinggi dari jembatan. Kondisi ini diakuinya bisa membahayakan pengendara saat jembatan ini difungsikan.

  “Untuk titik yang paling rendah dilakukan blasting ada 50 cm, sedangkan yang paling dalam 16 meter. Ini dilakukan untuk mencapai 5 persen dari titik kelandaian jalan supaya imbang. Panjang lokasi yang diledakan sekira 300 meter, karena jarak lainnya sudah bagus,” bebernya.

Ditambahkan, pembangunan jalan yang memiliki lebar 22 meter ditargetkan rampung tahun ini. Termasuk pengaspalan dan pembuatan curam lereng bentuk terasering. “Untuk pembangunan jalan  dari arah Holtekamp menuju jembatan, menjadi tanggung jawab Balai Jalan Nasional Papua dan Dinas PUPR Provinsi Papua,” tambahnya.(dil/nat)

Tinggalkan Balasan