Penjualan emas di Palembang anjlok

Papua No. 1 News Portal | Jubi , Palembang,Jubi- Penjualan perhiasan emas 24 karat di Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada September 2018 anjlog atau mengalami penurunan drastis dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya. Anjlognya penjualan emas itu akibat harga perhiasan emas kadar 24 karat pada awal September ini mulai bergerak naik. "Sekarang penjualan perhiasan emas mengalami penurunan sekitar 25 persen dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, karena akhir-akhir ini harganya bergerak naik," kata Riki, seorang pedagang emas di Mal Palembang Trade Center (PTC), Palembang, Minggu, (9/9/2018). Menurut Riki, harga perhiasan emas 24 karat mencapai Rp 3,5 juta per suku setara 6,7 gram, naik dari bulan sebelumnya yang diperdagangkan pada posisi harga Rp3,3 juta hingga Rp3,4 juta per suku. “Selain harga perhiasan emas 24 karat, harga emas murni atau logam mulia juga mengalami sedikit kenaikan,” kata Riki menjelaskan. Tercatat harga logam mulia sekarang ini dijual hingga Rp 600 ribu per gram, padahal beberapa pekan sebelumnya berada pada posisi Rp 590 ribu per gram. Pergerakan naiknya harga perhiasan emas 24 karat dan logam mulia akhir-akhir ini dipengaruhi situasi ekonomi dunia yang kurang baik dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang rendah akhir-akhir ini. Pedagang emas lainnya Taslim, mengatakan kondisi harga emas yang mulai menunjukkan pergerakan naik akhir-akhir ini  berpengaruh terhadap aktivitas jual beli barang berharga. Ia menyebutkan permintaan logam mulia maupun perhiasan emas 24 karat sekarang mengalami penurunan sekitar 20 hingga 25 persen. “Jika harga terus bergerak naik diperkirakan permintaan akan semakin berkurang serta mendorong masyarakat melakukan aksi jual,” kata Taslim . Menurut dia, masyarakat yang melakukan aksi jual emas belum begitu banyak, kemungkinan mereka masih menunggu harga perhiasan emas 24 karat dan logam mulia naik pada posisi harga yang lebih tinggi lagi. ...

Tinggalkan Balasan