Efisiensi Anggaran, 2019 Pemkab Terapkan ASB


Lukas Luli Lasan.(Foto-Acik)
SAPA (TIMIKA) -  Pada tahun 2019 mendatang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika akan menerapkan Analisis Standar Belanja (ASB) untuk mengefisiensi penyerapan anggaran yang dikelola tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sebelum menerapkan ASB, Jumat (14/9), Pemkab melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menggelar sosialisasi bersama tim dari Universitas Gaja Mada (UGM) dengan melibatkan seluruh sekretaris dan bendahara OPD sekaligus melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) ASB pengelola anggaran Pemkab Mimika.

“Penerapan ASB ini bisa menghindari terjadinya pembengkakan anggaran. Begitu juga keseimbangan anggaran disetiap OPD akan bisa disiasati. Jangan sampai adanya OPD kecil tapi anggaranya besar. Begitu juga sebaliknya, meski OPD besar tapi anggaranya kecil atau tidak disesuaikan dengan beban kerja. Berarti kalau menerapkan ASB ini maka semuanya akan seimbang,” ungkap Sekretaris BPKAD,  Lukas Luli Lasan, SE., M.Acc.

Menurut Lukas, ASB merupakan rekomendasai dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) dalam rangka pengelolaan keuangan daerah berbasis kinerja. Karena itu, salah satu instrument yang harus disiapkan ialah Standar Satuan Harga (SSH). Namun, untuk SSH telah disiapkan oleh Pemkab, sedangkan ASB harus disusun bersama tim dari UGM yang diharapkan bisa selesai dalam perencanaan penganggaran tahun 2019.

Dijelaskan, ASB dilaksanakan dalam tiga metode, diantaranya mengumpulkan data dokumen pengguna anggaran (DPA) dari semua OPD tahun 2018 untuk dianalisa. Setelah data dikumpulkan, akan dilakukan ekolokasi penyetaraan.

Selanjutnya, setelah dilakukan penyetaraan setiap jenis kegiatan di masing-masing OPD, dilakukan pengembangan mode dengan menggunakan rumus metode statik guna mendapat total standar belanja yang harus dipakai disemua penyusunan anggaran.

“ASB secara efektif akan diterapkan di tahun 2019, karena rencana kerja (Renja) telah diajukan. Tetapi masih bisa dilakukan penyesuaian dengan standar belanja yang sementara disusun. Jika ASB diterapkan maka akan berdampak pada efisiensi, ekonomis dan tidak terjadi pemborosan dalam pengelolaan anggaran daerah ataupun adanya anggaran siluman dalam setiap kegiatan,” terangnya. (Acik)

Tinggalkan Balasan