Honorer Kesehatan dan Pendidikan Diminta Jadi Prioritas Penerimaan CPNS

Ignatius Adii.(Foto-Acik)

SAPA (TIMIKA) - Tokoh masyarakat sekaligus pemerhati pendidikan di Kabupaten Mimika, Ignatius Adii, meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dapat memprioritaskan tenaga honorer di bidang kesehatan dan pendidikan dalam perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018.

Ignatius mengaku, sejak dahulu hingga kini masih banyak tenaga honorer dari dua bidang penting tersebut yang masih mengabdi dengan gaji seadanya, dan bertahan menjalankan tugas di pegunungan maupun pesisir pantai (Pedalaman-Red). Oleh karena itu, honorer pada dua bidang ini menurutnya harus menjadi prioritas dalam penerimaan CPNS.

“Pendaftaran tes CPNS itu rencananya akan dibuka mulai tanggal 19 September. Sampai saat ini, masih banyak tenaga honor guru dan perawat yang mengabdi selama belasan bahkan puluhan tahun, tapi belum diangkat jadi PNS. Kita berharap supaya pemkab perhatikan khusus tenaga honor ini,” ungkap Ignatius saat ditemui beberapa waktu lalu di Bobaigo-Kompleks Keuskupan Timika, Jalan Cenderawasih.

Meski tes CPNS akan dilaksanakan secara online, akan tetapi, Pemkab harus memperjuangkan agar tenaga honorer khususnya yang telah lama mengabdi, dapat diupayakan lolos menjadi PNS. Sebab, jika dinilai dari kualitas dan loyalitas kerja, banyak tenaga honorer yang lebih unggul dibandingkan yang sudah menjadi PNS.

Selain tenaga honorer, anak asli Papua atau masyarakat asli Mimika juga harus diperjuangkan untuk menggapai tugas selaku PNS ditanahnya sendiri. Hal ini agar mereka bisa diberi kesempatan yang sama dalam membangun Mimika, termasuk kesetaraan menduduki jabatan dalam instansi pemerintahan.

“Banyak anak OAP dan juga anak-anak suku asli di Mimika yang lulusan S1 bahkan S2, tapi mereka belum memperoleh pekerjaan yang bisa menjamin masa depan mereka. Kalaupun ada di instansi pemerintahan, tetapi mereka hanya sebagai honorer saja dan tidak diberdayakan. Pemkab harus perhatikan hal itu,” katanya. (Acik) 

Tinggalkan Balasan