Nasib SMA/SMK Tidak Menentu

Matheus Mamo.(Foto-Acik)

SAPA (TIMIKA) -  Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) khusus Sekolah Menengah Atas (SMA) Kabupaten Mimika, Matheus Mamo mengklaim nasib SMA dan SMK di Mimika saat ini tidak menentu karena Pemerintah Provinsi Papua belum menempatkan Unit Pelayanan Tugas Dinas  (UPTD) Pendidikan Menengah untuk melakukan pelayanan di Mimika.

Matheus menjelaskan, sejak Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 diterapkan dan kewenangan penanganan pendidikan menengah ditarik ke Provinsi, berbagai kendala mulai menggerogoti pelaku pendidikan menengah di Mimika. Penerapan UU tersebut tidak mempermudah pelaksanaan pendidikan, tapi mempersulit berbagai urusan yang sebelumnya sangat mudah.

“Hal ini juga dialami sekolah-sekolah di kabupaten lain di Papua. Persoalan pengalihan kewenangan ini sampai saat ini belum tuntas dan hanya memberikan kendala bagi kami. Mungkin kendala yang kami rasakan sekarang akan bisa teratasi kalau provinsi menempatkan UPTD khusus di daerah,”  ungkapnya saat ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem), Jumat (14/9).

Salah satu kendala yang telah terjadi ialah, sulitnya mendapatkan alokasi dana dalam pelaksanaan ujian nasional yang dialami oleh seluruh sekolah menengah di Mimika.

“Pelaksanaan ujian yang lalu itu beruntung ditanggulangi Pemkab Mimika. Kalau Pemkab tetap bersikeras untuk dibiayai Provinsi, maka kami sendiri tidak tahu dapat dana dari mana supaya ujian itu bisa dilaksanakan,” jelasnya.

Selain kendala biaya pelaksanaan ujian, juga ada TPP, insentif, Uang lauk pauk (ULP) dan Bopda. Sehingga diharapkan dari Provinsi Papua segera membentuk UPTD di Mimika  agar kendala yang pernah terjadi tidak terulang lagi. (Acik)

Tinggalkan Balasan