Terima Info Pelaku Laka Lantas Bebas Masyarakat Palang Jalan Poros SP 3

Pemalangan Pertigaan jalan poros SP 3.(Foto-Salma)

SAPA (TIMIKA) – Sejumlah warga orang asli Papua (OAP) dari Suku Kamoro melakukan pemalangan di pertigaan Jalan Poros SP 3, Kampung Jile Yale, Distrik Kuala Kencana, Jumat (14/9) dengan cara meletakkan batu krikil dan kayu, membakar ban bekas dan menuangkan oli kotor di badan jalan.

Dari data yang dihimpun Salam Papua, pemalangan jalan dipimpin oleh Kasus Yeaou, suami dari korban laka lantas. Ia menuntut penjelasan karena ada informasi, pelaku penabrakan korban meninggal yang terjadi di Jalan Poros Jili Yale SP III pada tanggal 12 Septemper lalu sudah dibebaskan oleh Polsek Kuala Kencana.

Akibat pemalangan jalan tersebut, arus lalu lintas SP III ke Kota Timika maupun sebaliknya tidak bisa di lalui sementara waktu.

Menyikapi hal tersebut, pihak kepolisian diantaranya, Wakapolres Mimika Kompol Arnolis Korowa, Kabag Ops Polres Mimika AKP Andyka Aer, Kasat Lantas AKP Indra Budi Wibowo, Kapolsek Kuala Kencana AKP Junan Plitomo, Kapolsek Mimika Baru AKP Ida Waymramra, Danramil 1710-03/Kuala Kencana Kapten Inf Hasim Hutabarat bersama 2 SSK personil gabungan Polres Mimika dan personil Koramil 1710-03/Kuala Kencana kemudian melakukan pengamanan.

Kapolsek Kuala Kencana, AKP Junan Plitomo kemudian bernegoisasi dengan keluarga korban, meminta permasalahan tersebut diselesaikan tanpa membuat keributan dan pemalangan jalan  yang mengganggu ketertiban masyarakat selaku pengguna. Permintaan Kapolsek tersebut tidak dihiraukan oleh massa.

Massa kemudian berteriak sambil melempar batu ke arah pihak Kepolisian  membuat kepolisian kemudian membubarkan paksa dengan memberikan tembakan peringatan dan tembakan gas air mata. Tindakan ini  membuat massa kemudian mundur dan bubar ke arah jalan menuju Kwamki Narama.

Kepolisian kemudian, menetralkan kondisi dengan membuka palang dan melakukan penimbunan pasir terhadap oli yang ada dijalan untuk mencegah adanya kecelakaan lalu lintas.

Wakapolres Mimika, Kompol Arnolis Korowa ketika ditemui wartawan usai pemalangan mengatakan, seharusnya masyarakat terus menjalin komunikasi dengan kepolisian terhadap sebuah permasalahan tanpa harus melakukan aksi yang merugikan masyarakat umum.

“Polisi tidak tinggal diam, kalau ada masyarakat yang mengalami hal yang sama yaitu laka lantas, pasti akan diselesaikan. Tidak ada yang menginginkan kecelakaan itu terjadi.  Polisi harus diberikan ruang untuk bekerja. Jangan mengambil langkah yang menggangu sarana umum, jalan untuk ke kantor, pasar atau rumah pun jadi terhambat,” ujar Wakapolres.

Atas aksi tersebut, Wakapolres menerangkan pihaknya berhasil mengamankan sepuluh orang, dimana nantinya akan dimintai keterangan.

“Polisi tidak tidur. Kalau ada yang belum jelas jangan mengambil langkah sendiri. Harus dikomunikasikan apa yang dilihat. Jangan hanya mendengar berita burung lalu melakukan aksi ini. Semua yang diamankan bila terbukti melanggar maka diproses hukum,” ujarnya.

Sekedar diketahui, akibat aksi lempar batu terhadap kepolisian, Kasat Lantas AKP Indra Budi Wibowo, SIK mengalami luka di bagian muka dan 1 orang anggota Polsek Kuala Kencana Mengalami luka ringan akibat kena pukulan dari masyarakat.

Selain itu, pada saat kejadian pemalangan jalan, massa melarang siapa pun mengambil gambar atau foto. Bila kedapatan maka massa akan memukul pengambil gambar dan membanting kameranya. (Salma)

Tinggalkan Balasan