Ketika Dora mempresentasikan Pemanfaatan Ampas Alas Sagu Sebagai Sumber Bahan Bakar

 

Jayapura, nirmeke.com DORA mempresentasikan hasil penelitiannya tentang “Pemanfaatan Ampas Alas Sagu Sebagai Sumber Bahan Bakar” di depan sejumlah dosen dan mahasiswa.

Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih (Uncen) angkatan 2015 tersebut, satu dari dua mahasiswa berprestasi yang didaulat menyampaikan hasil penelitiannya pada acara seminar nasional bertema “Pembangunan Energi Berkelanjutan di Indonesia” dalam rangka Dies Natalis Fakultas Teknik Uncen ke-17 di kampus tersebut, 26 September 2018.

Perempuan asli Serui itu tampil dengan Ricko Panjaitan yang mengangkat judul “Pemanfaatan Gelombang Laut untuk Menghasilkan Energi Listrik”.

Dora mengatakan, kegiatan seminar sepert itu sangat baik, terutama dilakukan kepada mahasiswa berprestasi dan yang punya minat serta bakat, namun tidak tersalurkan.

“Jadi bisa disalurkan dalam kegiatan seperti ini, bakat kami tersalurkan di sini,” katanya.

Ia berharap kegiatan seperti itu tidak hanya dilakukan sekali setahun pada acara Dies Natalis, tapi dalam beberapa bulan, sehingga mahasiswa bisa tampil.

“Karena minat dan bakat dari teman-teman yang lain juga ada dan banyak energi yang bisa kita manfaatkan, energi terbarukan juga banyak sekali dan banyak potensi yang harus dikembangkan di sini,” ujarnya.

Apalagi jika didukung dengan fasilitas memadai untuk melakukan penelitian. Penelitian pun harus ditunjang oleh kampus, baik jurusan, maupun fakultas dan universitas. Juga didukung oleh lembaga lain yang terkait.

“Terkadang yang menjadi penghambat bagi anak-anak Papua berkarya di bidang pendidikan adalah kurangnya fasilitas yang memadai,” ujarnya.

Sekretaris panitia seminar Irja T. Simbia mengatakan, selain materi penelitian yang dibawa kedua mahasiswa, seminar juga menampilkan karya dosen dengan berbagai topik.

“Mahasiswa yang hadir terlihat sangat antusias mengikuti seminar dan kami berusaha sebisa mungkin agar seminar ini kaya akan input pengetahuan dari sisi birokrat, industri, perusahaan, akademisi, hingga ke mahasiswa,” ujarnya.

Pembantu Dekan II Fakultas Teknik Uncen Dr. Johni Jonatan Numberi kepada Jubi mengatakan, kegiatan seminar nasional merayakan dies natalis ke-17 bertujuan untuk meningkatkan kaidah-kaidah akademik.

“Sumber daya manusia Papua tak perlu diragukan, dengan semangat kerja keras dan ketekunan para mahasiswa dapat menciptakan sesuatu yang baru di Tanah Papua, semua itu bisa terwujud apabila didukung semua pihak, terutama pemerintah dan instansi terkait,” ujarnya.

Kaidah-kaidah akademik, kata Numberi, untuk meningkatkan barometer kinerja perguruan tinggi.

“Pelaksanaan Dies Natalis ini diharapkan dapat meningkatkan akreditasi program studi karena kita lima jurusan, Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Pertambangan, dan Perencanaan Wilayah dan Kota,” katanya.

Semua perayaan Dies Natalis dilaksanakan di kampus Fakultas Teknik Uncen, 26-28 September 2018 untuk mendorong kreativitas mahasiswa, dosen, dan pegawai. Pada 26 September diadakan seminar nasional yang dihadiri Kemendikti sebagai pembicara nasional.

“Acara dibuka rektor dan dihadiri kepala SKK Migas wilayah Papua-Maluku, kepala kepala PLN wilayah Papua-Papua Barat, BUMN yang bergerak di bidang infrastruktur dan bidang energi dalam hal ini Balai Jalan Nasional, Dinas PUPR Provinsi Papua, Dinas Kominfo Papua, dan Bappeda Pemkot Jayapura,” katanya.

Alumni Jurusan Mesin, Fakultas Teknik Apedius Motte berharap Fakultas Teknik menjadi kebanggaan orang Papua, karena pada usia 17 tahun sudah memberikan kontribusi terhadap kemajuan di Tanah Papua.

“Ke depan kami berharap agar visi misi Gubernur Papua dapat terwujud dibutuhkan dukungan dari semua pihak, sehingga kami mampu menyiapkan SDM Papua sesuai sejarah berdirinya Uncen,” katanya.

Ia juga berharap lembaga luar, terutama PT Freeport Indonesia, MIPI Tanggul Bintuni, Dinas Pekerjaan Umum, Kominfo, dan balai terkait dapat membantu mahasiswa untuk pengadaan alat-alat penelitian.

“Di Fakultas Teknik, pertama harus punya laboraturium, sedangkan laboratorium kami masih satu, karena itu diharapkan ada yang membantu, karena Fakultas Teknik pencetak teknokrat di Tanah Papua sehingga ketika mereka selesai mereka yang akan membangun Tanah Papua,” katanya.

Para alumni itu juga yang yang diharapkan bisa membuat energi terbarukan di Tanah Papua, sebab Papua masih membutuhkan energi terbaruhkan agar sesuai dengan visi misi gubernur dan presiden RI, yaitu Papua harus jadi terang.

“Saya berharap pada lulusan terbaik ke depan ada perubahan-perubahan yang terjadi dilakukan oleh para mahasiswa untuk membantu masyarakat di Tanah Papua,” ujarnya.

Wakil Ketua BEM Fakultas Teknik Uncen Tobenus Tablo mengapresiasi lembaga Fakultas Teknik Uncen yang mendukung kegiatan mahasiswa untuk membuat suatu kegiatan yang sangat besar, baik seminar nasional maupun presentasi hasil penelitian mahasiswa.

“Hal seperti ini perlu dan harus ditingkatkan, dunia luar juga harus tahu bahwa kita di Teknik Uncen bisa melakukan terobosan-terobosan untuk Tanah Papua,” ujarnya. (*)

Editor : Agus Pabika

The post Ketika Dora mempresentasikan Pemanfaatan Ampas Alas Sagu Sebagai Sumber Bahan Bakar appeared first on Nirmeke .

Tinggalkan Balasan