Pembangunan Menara Salib Capai 95 Pesen

Denny/ Cepos
Pembangunan Menara Salib (Wio Silimo) saat ini sudah mencapai 95 persen. Masih ada beberapa bagian kecil yang belum diselesaikan karena anggaran terbatas.

WAMENA—Pembangunan Wio Silimo (Menara Salib) yang direncanakan diresmikan Desember 2018 nanti, sudah mencapai 95 persen. Ada beberapa item atau bagian yang belum bisa diselesaikan karena keterbatasan anggaran.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jayawijaya, Max Hattu mengatakan, bagaian atau item yang belum bisa diselesaikan seperti landscapnya, joging track, taman dan beberapa item kecil lainnya.

Ini konsekuensi dari pekerjaan lanjutan, tiap tahun itu kita sudah memperhitungkan semuanya dan mengajukan kepada pemerintah, namun
tiap tahun itu juga anggaran pembangunan Wio Silimo ini selalu dikurangi sehingga kita kerjakan sesuai dengan anggaran yang ada,ungkapnya saat ditemui di Kantor Bupati Jayawijaya, Selasa (9/10).

Saat ini, kata Max Hattu, presentase pembangunan menara salib yang berada di depan kantor bupati berkisar 95 sampai 96 persen dan item yang belum bisa diselesaikan ini hanya kecil saja.

Kalau untuk dilengkapi tahun depan itu kewenangan pimpinan, sebab bangunan itu hanya sarana dan prasarana saja sehingga penyelesaiaannya hanya bersifat pekerjaan tambahan saja, untuk peresmiannya belum tentu tahun ini, kalau dipaksakan tahun ini bisa saja itu terjadi,katanya.

Kepala Dinas PU mencontohkan, pada Tahun 2015 lalu Dinas PU mengusulkan anggaran untuk pembangunan menara salib ini sebesar Rp16 miliar, namun yang direalisasikan hanya Rp 8 miliar sehingga ini mempengaruhi item —item pembangunan yang harus dikurangi volumenya.

Tahun 2018 ini juga sama, kita mengusulkan Rp 32 miliar untuk penyelesaiaan seluruhnya, namun yang dianggarkan hanya Rp 26 miliar,
artinya hingga akhir tahun ini masih ada beberapa item yang tidak bisa diselesaikan karena pekerjaan ini disesuaikan dengan anggaran yang diberikan,jelas Max Hattu.

Ia menambahkan, untukpenyelesaian menara Salib ini, pihaknya masih harus melakukan koordinasi dengan pimpinan daerah, apakah item —item ini akan kembali dianggarkan untuk penyelesaiaan bangunan yang sudah
berjalan 4 tahun.Kalau sekarang dilihat tinggal pekerjaan pelengkap saja yang harus diselesaikan, tapi untuk pekerjaan fisiknya sudah selesai,tambahnya.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan