Edarkan Sabu,  Oknum Pejabat Lapas Merauke Divonis 64 Bulan Penjara

MERAUKE- Terbukti mengedarkan sekaligus sebagai pemakai narkotika jenis sabu sabu, oknum pejabat Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Merauke bernama Lastiyo Okabianto (41) akhirnya dijatuhi hukuman selama 5 tahun 4 bulan atau selama 64 bulan, denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Merauke, Rabu (10/10).

Sidang yang digelar sore hari itu diketuai Ketua Pengadilan Negeri Merauke Orpa Marthina, SH, dengan hakim anggota Korneles Waroi, SH dan Rizki Yanuar, SH, MH.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Sebastian P. Handoko, SH, yang menuntut terdakwa sebelumnya selama 8 tahun 6 bulan, denda Rp 1 miliar subsidair selama 6 bulan kurungan. Dengan vonis ini, terdakwa menyatakan menerima. Sementara JPU menyatakan masih pikir-pikir.

Majelis Hakim sependapat dengan JPU jika terdakwa Lastiyo Okabianto terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 114 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba sebagaimana dakwaan JPU.

Sebelum membacakan putusan, Ketua Majelis membacakan hal-hal yang memberatkan dan meringankan.

Memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan Narkotika dan terdakwa merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil yang seharusnya memberi teladan dalam memerangi Narkoba.

Sementara meringankan, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi lagi serta memiliki tanggungan seorang istri dan 3 anak.

Sebagaimana diketahui, terdakwa Lastiyo Okabianto yang merupakan salah satu kepala sub seksi di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Merauke itu ditangkap di rumah dinas yang ditempatinya oleh Satuan Narkoba Polres Merauke beberapa waktu lalu.

Penangkapan terdakwa ini berkat pengembangan dari 2 pengedar sabu yang berhasil ditangkap sebelumnya yakni Mama Lala dan Naomi. Ternyata Sabu yang diedarkan oleh Mama Lala dan Naomi tersebut dibeli dari terdakwa Lastiyo Okabianto.

Sementara pengakuan terdakwa Lastiyo Okabianto di persidangan bahwa Sabu yang diedarkan dan digunakan oleh terdakwa sendiri itu dibelinya dari seorang ABK di Pelabuhan Perikanan Merauke. Namun terdakwa mengaku tidak mengetahui namanya. Dari tangan terdakwa sendiri, selain berhasil mengamankan alat hisap sabu, Polisi juga berhasil mengamankan 2 paket sabu dari rumah dinas terdakwa. (ulo)

Tinggalkan Balasan