OAP Diharap Kembangkan Usaha Berbasis Kearifan Lokal

Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda, S.Sos, S.IP, MM saat memberikan sambutan sekaligus membuka Pelatihan Pengembangan Kewirausahaan bagi Orang Asli Papua (OAP) di Aula Sasana Kawonak, Kantor Bupati Puncak Jaya, Rabu, (10/10).

MULIA- Orang Asli Papua (OAP) khususnya di Puncak Jaya harus dapat mengembangkan usaha yang berbasis kearifan lokal. Hal ini ditegaskan Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda, S.Sos, SIP, MM saat membuka Pelatihan Pengembangan Kewirausahaan bagi Orang Asli Papua (OAP) di Aula Sasana Kawonak, Kantor Bupati Puncak Jaya, Rabu, (10/10).

Kegiatan ini digelar oleh Dinas Koperasi, UKM dan Penanaman Modal Kabupaten Puncak Jaya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda, S.Sos, S.IP, MM, Wakil Bupati Puncak Jaya, Deinas Geley, S.Sos, M.Si, Plt Sekda Tumiran S.Sos, M.AP, Kabid Pengembangan Koperasi Provinsi Papua, Socrates Aweri, SE, Plt Kepala Dinas Koperasi UKM dan Penanaman Modal Kabupaten Puncak Jaya, Barnabas Yoteni, S.Sos, Kepala Kantor Pos Mulia Jerry Rahaningmas, Wakil Ketua Klasis GIDI Mulia, Pdt. Telius Wonda, Pimpinan Gereja Maranatha Mulia, Pdt. Ludya Lud, S.Th, pejabat eseslon II, III dan IV serta para peserta pelatihan yang terdiri dari mama-mama asli Papua.

Plt. Kepala Dinas Koperasi UKM dan Penanaman Modal Puncak Jaya Barnabas Yoteni, S.Sos yang merupakan ketua panitia kegiatan tersebut menjelaskan, tujuan dari dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah untuk memberikan pengetahuan dan pengembangan SDM kepada peserta agar mampu meningkatkan pendapatan keluarga melalui pemanfaatan peluang usaha di Kabupaten Puncak Jaya.

Rencana pelaksanaan kegiatan pelatihan selama 2 hari yakni dari 10 dan 11 Oktober dengan sumber dana dari dana Otsus Papua melalui DPA Dinas Koperasi UKM dan Penanaman Modal Puncak Jaya.

Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda, S.Sos, S.IP, MM dalam sambutannya menegasakan, kegiatan pelatihan ini sangat penting dan sejalan dengan visi misi Pemkab Puncak Jaya dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat, karena itu pemerintah sangat menyambut baik pelatihan yang bertujuan memberdayakan dan meningkatkan pengetahuan OAP.

Memang diakui bahwa OAP di bidang usaha ekonomi atau wirausaha belum dapat bersaing dengan saudara-saudara kita yang berasal dari luar Papua,ungkap Bupati Puncak Jaya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Pemkab Puncak Jaya telah membangun sarana dan fasilitas perekonomian untuk masyarakat Puncak Jaya, namun belum dimanfaatkan dengan baik.

Contohnya, los Pasar Nagalo Muni yang diperuntukan bagi mama— mama Papua, namun los pasar tersebut disinyalir ada yang menyewakan tempatnya kepada saudara-ssaudara dari luar. “Kalau sudah demikian bagaimana bisa maju mandiri dan berkembang, “ungkapnya.

Untuk itu, ia menegaskan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Puncak Jaya untuk segera melakukan pendataan ulang pedagang mama-mama Papua agar dapat didorong melalui kebijakan Otsus. (humas)

Tinggalkan Balasan