Pesawat JAT Tergelincir di Beoga Penyebabnya Belum Diketahui

Pesawat Jhonlin Air Transport yang tergelincir di lapter Beoga, Kabupaten Puncak. (Foto-Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Pesawat jenis cessna caravan 208EX dengan nomor register PK-JBR milik PT Jhonlin Air Transport (JAT) yang mengalami insiden tergelincir di lapangan terbang (Lapter) Beoga, Kabupaten Puncak, pada Rabu (10/10) pagi, belum diketahui penyebabnya.

Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Udara Kabupaten Mimika, Horpa Solossa, membenarkan insiden tergelincir (crash landing) pesawat JAT. Namun, pihaknya belum secara pasti mengetahui penyebab awal pesawat nahas tersebut tergelincir. Kata Horpa, pilot masih dalam kondisi trauma sehingga belum bisa dimintai keterangan terkait insiden yang terjadi.

"Nanti informasi lebih lanjut kita tunggu setelah pilotnya sudah tidak dalam kondisi trauma, lalu dia bisa menyampaikan kejadian itu seperti apa," ujar Horpa yang ditemui di Bandara Mozes Kilangin Timika, Rabu (10/10) siang.

Menurut dia, pesawat yang dipiloti Kapten Kris Henus tersebut dicarter untuk memuat barang atau cargo seberat 1.218 kg dengan satu orang penumpang dari Bandara Timika menuju Beoga. Beruntung dalam insiden ini tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka.

"Informasi terbaru, sudah ada pesawat penjemputan khusus untuk pilotnya. Pilot sementara sudah ada di tempat. Pesawat Jhonlin dari Timika tujuan Beoga. Penumpang tidak ada, cuma satu orang dan kebetulan pesawatnya di carter membawa barang-barang," katanya.

Saat ini, badan pesawat masih berada di lokasi kejadian dan belum dilakukan proses evakuasi.

"Korban tidak ada, luka-luka atau apa tidak. Hanya pilotnya yang masih keadaan trauma. Kondisi pesawat belum di evakuasi. Jadi penyebab awal kita belum pastikan," ujarnya.

Diketahui bahwa pesawat nahas ini bertolak dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Beoga dan mengalami insiden crash landing di lapter Beoga pada pukul 21:22.UTC atau 06.22 WIT. Akibatnya, badan pesawat mengalami rusak berat. (Sld)

Tinggalkan Balasan