Bawaslu Provinsi Ingatkan Bacaleg Taat Tahapan Pemilu

Ketua Bawaslu Provinsi Papua, Niko Tunjanan.(Foto-Acik)

SAPA (TIMIKA) - Badan Pengawas Pemilu  (Bawaslu) Provinsi Papua mengingatkan seluruh bakal calon legislatif (Bacaleg) di Mimika mentaati aturan yang ditetapkan jelang atau pada tahapan pemilihan umum (Pemilu), baik Pilpres maupun Pileg tahun 2019.

Ketua Bawaslu Provinsi Papua, Niko Tunjanan mengatakan, seluruh peserta pemilu agar sebelum masuk pada tahap penindakan, maka dalam tahap pencegahan ini tetap mentaati semua aturan yang berlaku. Dalam artian, pemasangan alat peraga dan pencitraan diri harus sesuai dengan aturan yang ada agar tidak mendapatkan penindakan dari Bawaslu dan merujuk kepada proses pidana.

"Yang jelas kami dari Bawaslu tetap berusaha melakukan pengawasan dan mengutamakan pencegahan terkait tahapan pemilu. Lumayan pusing juga karena sekarang saja sudah ada spanduk bacaleg yang bertebaran di mana-mana. Kami selalu meminta  supaya taati aturan-aturan ini," ungkap Niko saat diwawancarai di Hotel Horizon, Kamis (11/10).

Ia mengatakan hal yang paling berat saat ini ialah dengan adanya media sosial. Sebab, media sosial belum terdaftar sebagai akses pencitraan di KPU. Dalam artian, jika di KPU telah ditetapkan aturan khusus terkait media sosial, bisa mempermudah Bawaslu untuk bertindak.

"Sekarang di akun facebook sudah banyak pencitraan-pencitraan. Tapi mau bagaimana lagi kita bertindak. Paling kita nilai itu hanya kriminal murni saja. Itupun berurusan dengan kepolisian," katanya.

Ia menjelaskan hingga saat ini, belum ada penanganan pelanggaran-pelanggaran serius dari Bawaslu Provinsi, tetapi hanya ada beberapa penanganan terkait keterlambatan penyerahan laporan dana kampanye dari beberapa partai politik. Ada juga yang mengajukan keberatan, akan tetapi langsung dimediasi bersama KPU.

"Di Provinsi saat ini baru ada dua partai yang sudah diterima untuk mengikuti tahapan selanjutnya. Sedangkan untuk di daerah-daerah juga sudah dilakukan proses mediasi juga. Intinya selama ini hanya persoalan administrasi saja karena keterlambatan waktu, tapi semuanya sudah dimediasi," jelasnya. (Acik)

Tinggalkan Balasan